Hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Terbakar Hebat

Hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Terbakar Hebat

- detikNews
Selasa, 09 Agu 2005 15:16 WIB
Jakarta - Kebakaran hutan kembali terjadi. Kawasan hutan yang berada di Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BTN-BTS) Malang, Jawa Timur, Selasa (9/8/2005)) terbakar. Hingga kini, api belum berhasil dipadamkan. Kebakaran ini terjadi di areal blok Amprong, kawasan Gunung Tengger. "Sampai sejauh ini petugas belum bisa memastikan sebab terjadinya kebakaran," kata Kepala Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BTN-BTS) Herry Subagiadi saat dihubungi wartawan di kantornya, Jl. Raden Intan, Malang, Selasa (8/9/2005).Herry juga belum bisa memastikan berapa luas areal hutan yang terbakar itu. "Kita memperkirakan areal yang terbakar tidak kurang dari puluhan hektar," ujar Herry. Hingga pukul 15.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari petugas BTN-BTS dibantu warga setempat masih melakukan pemadaman api di titik kebakaran. Pemadaman itu dilakukan dengan menggunakan alat tradisional 'gepyok', semacam alat pemadam api terbuat dari ranting dan dahan pohon, serta menggunakan alat pompa air. "Daerah yang terbakar sangat sulit dijangkau," tambah Herry. Lebih lanjut Herry menambahkan, sejak 1 Agustus 2005 lalu, telah terjadi tiga kali kebakaran di kawasan hutan BTN-BTS. Luas areal yang terbakar mencapai 14 hektar lebih. Sebagian besar areal hutan yang terbakar itu berlokasi di kawasan kaldera Tengger. Menurut dia, kawasan ini memang sering terbakar, karena lokasi ini dipenuhi rumput kering. Selain itu, kawasan itu menjadi akses lintasan warga setempat, di samping menjadi lintasan para pengunjung. Hasil analisis, kebakaran hutan selama ini sebagian besar disebabkan karena para pengunjung membuat perapian saat bermalam di areal kaldera Tengger dan tidak segera mematikan perapian setelah meninggalkan lokasi.Sejak tahun 2004, lanjut Herry, luas areal hutan kawasan BTN-BTS yang terbakar mencapai 696 ha lahan, dengan 52 kejadian. Rata-rata, areal hutan yang terbakar itu jauh dari pemukiman penduduk. Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan, BTN-BTS saat ini telah menyiagakan sekitar 70 personel pengendalian kebakaran yang ditempatkan di tiap pos komando (posko) di masing-masing seksi wilayah dan resort. Setiap posko, dilakukan sistem piket jaga selama 24 jam. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads