Garuda Siapkan Langkah Darurat

Antisipasi Mogok Awak Kabin

Garuda Siapkan Langkah Darurat

- detikNews
Selasa, 09 Agu 2005 15:07 WIB
Jakarta - Rencana mogok awak kabin PT Garuda Indonesia dicermati serius oleh manajemen Garuda. Agar pesawat tetap melayang di udara, manajemen kini telah menyiapkan langkah darurat."Kalau itu terjadi kita sudah siap," ungkap Humas Garuda Pujobroto di Kantor Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (9/8/2005).Langkah antisipasi yang akan dilaksanakan, antara lain menyiapkan awak kabin yang selama ini bekerja di darat dan mengaktifkan awak kabin yang sedang cuti untuk menutup kebutuhan jika pemogokan dilakukan."Tapi kami tetap meminta mereka tidak melakukan pemogokan, dan tetap melakukan dialog dengan pihak manajemen," katanya.Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi) berencana menggelar aksi mogok pada 12, 13, dan 14 Agustus 2005. Aksi mogok dilakukan sebagai bentuk protes atas perlakuan manajemen yang dinilai tidak adil, terutama masalah penggajian yang beda dengan unit lain.Mereka juga tidak memiliki perjanjian kerja khusus seperti pegawai unit lain di Garuda. Misalnya, 18 jam kerja tapi tidak dihitung lembur. Tugas pada hari libur nasional pun tidak mendapat kompensasi upah tiga kali lipat sesuai UU Tenaga Kerja RI.Gaji Standar Internasional Soal gaji, Pujobroto mengungkapkan, sistem penggajian yang diterapkan Garuda saat ini telah disesuaikan dengan sistem penggajian di penerbangan-penerbangan internasional. Bahkan, pihak manajemen telah melaksanakan studi banding di penerbangan-penerbangan internasional, seperti Malaysia Airlines, Cathay Pacific, dan Air New Zealand.Dia menilai perlakuan manajemen sudah cukup adil. Sebab meski tidak mendapat uang lembur, awak kabin mendapat jatah libur lebih banyak dibanding karyawan di unit lain. Misalnya, 10 hari libur dalam sebulan. "Jadi dikompensasikan ke libur. Sedangkan karyawan lain, hari biasa tetap kerja selama 8 jam sehari," katanya.Rencana mogok Ikagi ternyata tidak diikuti Serikat Pekerja (SP) Awak Kabin Garuda Indonesia, organisasi sejenis di Garuda. Ketua SP Awak Kabin Garuda Indonesia Heristawati mengaku karyawan yang tergabung dalam SP akan tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa. "Kita nggak akan ikut-ikutan. Kita juga mengimbau agar Ikagi tidak melakukan aksi mogok," kata dia.Asosiasi Pilot Garuda juga sejalan dengan sikap SP. Salah satu pilot Garuda, Stevanus mengaku akan tetap bekerja dan melayani penumpang pada 12-14 Agustus nanti. "Jadi penumpang jangan khawatir tidak akan terlayani Garuda," kata Stevanus. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads