Bang Ali, Kwik dan 8 Tokoh Lain Terima Penghargaan Kelirumologi

Bang Ali, Kwik dan 8 Tokoh Lain Terima Penghargaan Kelirumologi

- detikNews
Selasa, 09 Agu 2005 14:39 WIB
Jakarta - Bos PT Jamu Jago, Jaya Suprana, melalui Pusat Studi Kelirumologi yang dipimpinnya, memberikan penghargaan kepada 10 tokoh, termasuk Ali Sadikin dan Kwik Kian Gie. Para tokoh ini dianggap berjasa meluruskan kekeliruan. Karena itulah, penghargaan ini diberi nama 'Penghargaan Kelirumologi.' Penganugerahan penghargaan ini berlangsung di Ruang Ballroom Lantai II Hotel Sahid Jaya, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (9/8/2005). Penganugerahan penghargaan ini tidak seserius acara-acara penganugerahan penghargaan lainnya. Acara yang dipandu Jaya Suprana ini penuh dengan 'ger-geran.' Maklum, Jaya Suprana dikenal sebagai 'tukang ngocol' yang handal.Hadir juga dalam acara ini mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Namun, Gus Dur yang dikenal juga sebagai kiai yang humoris itu tidak memberikan sambutan apa-apa. Bisa dibayangkan, bila Gus Dur didaulat bicara, maka acara itu pun semakin 'gerrr'!. Gus Dur hadir di acara ini dalam kapasitasnya sebagai Dewan Pertimbangan Agung Kelirumologi. Para anggota dewan pertimbangan lainnya, seperti Franz Magnis Suseno, Hidayat Nurwahid, Hasyim Muzadi, AM Fatwa, Jacob Oetama, Fuad Hasan, Emil Salim, dan Budhi Dharma juga hadir dalam acara tersebut. Kesepuluh orang yang menerima anugerah ini merupakan pilihan Dewan Pertimbangan Agung Kelirumologi. Semua peraih penghargaan hadir dalam penganugerahan ini. Mereka dianggap berjasa meluruskan kekeliruan yang terjadi di masyarakat. Penghargaan yang mereka terima, berupa piagam dan medali emas Kelirumologi. Kesepuluh penerima penghargaan ini adalah:1. Ali Sadikin (mantan Gubernur DKI Jakarta). Bang Ali dinilai berjasa melawan berbagai kekeliruan dalam konsep tata kota. Antara Lain mendirikan pusat kebudayaan Taman Ismail Marzuki (TIM), serta melakukan penertiban lokasi kemaksiatan seperti perjudian dan prostitusi.2. Seto Mulyadi (Ketua Komnas Anak). Kak Seto dinilai sebagai orang yang gigih berjuang melawan kekeliruan pendidikan anak, baik secara formal maupun informal. Terutama Kekeliruan yang membinasakan kreativitas dan melanggar HAM.3. Siti Musdah Mulia (ahli Badan Penelitian dan Pengembangan Agama Departemen Agama). Siti merupakan seorang wanita yang gigih dalam melawan kekeliruan tentang pemahaman ajaran poligami dalam agama Islam, yang ia tentang.4. Wardah Hafidz (Ketua LSM Konsorsium Kemiskinan Kota), yang dinilai telah berjuang melawan kekeliruan sikap dan perilaku terhadap kemiskinan.5. Romo Sandyawan (rohaniawan), yang secara gigih melindungi mereka yang tertindas dengan keterlibatan lahir dan batin secara konsisten dan konsekwen melawan kekeliruan angkara murka terhadap kemanusiaan.6. I Gede Winasa (mantan Bupati Jembrana, Bali). Winasa dinilai sebagai Bupati di Jembrana yang berhasil menyelenggarakan sekolah dan pelayanan kesehatan gratis bagi seluruh warganya dan membuktikan keyakinan bahwa mustahil pendidikan murah adalah keliru.7. Satjipto Rahardjo (pakar hukum). Satjipto dengan pemikirannya dinilai telah mengoreksi kekeliruan tafsir dan praktek hukum.8. Bismar Siregar (mantan hakim senior). Dia adalah hakim legendaris yang menepis kekeliruan bahwa sikap dan perilaku praktisi hukum di Indonesia pasti korupsi.9. Suka Hardjana (seniman). Suka adalah orang yang mengoreksi aneka ragam kekeliruan tafsir dan sepak terjang manusia di bidang kesenian, mulai dari bangku pendidikan sampai panggung pagelaran.10. Kwik Kian Gie (ekonom). Kwik merupakan orang yang melalui tulisan kritisnya mengungkap berbagai kekeliruan yang terjadi dalam bidang ekonomi.Selain penghargaan Kelirumologi, acara ini juga diisi dengan peluncuran buku Antologi Kelirumologi, yang ditulis Jaya Suprana. (ahm/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads