Dewan Pers: Leo Batubara Guru yang Gigih Bela Pers Indonesia

ADVERTISEMENT

Dewan Pers: Leo Batubara Guru yang Gigih Bela Pers Indonesia

Aditya Mardiastuti - detikNews
Rabu, 29 Agu 2018 17:53 WIB
Leo Batubara (kanan) Foto: CNNIndonesia/Aghnia Adzkia
Jakarta - Mantan anggota Dewan Pers Sabam Leo Batubara meninggal dunia. Sosok Leo yang dikenal gigih membela pers Indonesia itu bakal dirindukan.

"Salah satu rekan pers yang gigih dia sangat concern dengan pers Indonesia, wartawannya, paling anti jika pers itu dikriminalisasi. Dan buat saya dia itu guru. Kepada media, wartawan selalu mengajarkan bagaimana menjadi wartawan profesional," kata Anggota Dewan Pers Reza Andreas ketika dihubungi, Selasa (29/8/2018).

Reza mengenang Leo sebagai sosok yang penuh semangat dan aktif. Di usianya yang sudah 80 tahun, Leo masih aktif sebagai tenaga ahli di Dewan Pers.

"Sosok yang selalu bersemangat, berani dan punya tekad kuat terhadap pendiriannya, masih aktif di Dewan Pers, (jadi) tenaga ahli di pokja pengaduan. Kemarin beberapa waktu lalu bapak baru ulang tahun ke-80, itu dia (meski sepuh) tapi semangat, dan punya kuat," tuturnya.


Reza menyebut sebelum meninggal, Leo sempat dilarikan ke RSPAD Gatot Subroto. Leo sebelumnya terjatuh di kantor Dewan Pers Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

"Tadi sempat terjatuh di kantor, kepalanya berdarah dan dilarikan ke RSPAD Gatot Subroto. Meninggal sekitar pukul 16.00 WIB," terangnya.

Leo Batubara dikenal aktif membela kebebasan pers. Dia sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pers periode 2007-2010. Pada tahun 1999, dia ikut aktif terlibat dalam perumusan UU No. 40/1999 tentang Pers.

Leo aktif di Masyarakat Pers dan Penyiaran Indonesia (MPPI), perkumpulan yang memperjuangkan amandemen konstitusi dan perundang-undangan yang melindungi kemerdekaan pers. Pada 1999-2005 Leo menjadi pemimpin Perusahaan Harian Suara Karya. (ams/van)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT