'Markas' Disegel, Iuran Distop

Mogok Awak Kabin Garuda

'Markas' Disegel, Iuran Distop

- detikNews
Selasa, 09 Agu 2005 12:15 WIB
Jakarta - Hingga detik ini, para awak kabin Garuda yang tergabung dalam Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi) masih berencana untuk mogok. Manajemen Garuda jelas tidak ingin para awak kabin mogok. Karena itulah, manajemen telah menyegel sekretariat Ikagi dan memberhentikan iuran anggotanya.Sekjen Ikagi, Haryo, saat berbincang-bincang dengan detikcom, Selasa (9/8/2005), menyatakan, penghentian iuran anggota Ikagi oleh manajemen dilakukan sejak awal Juli 2005 lalu.Pemberhentian iuran ini dilakukan sepihak oleh manajemen, tanpa memberitahu Ikagi. "Pemberhentian ini jelas sepihak, mungkin maksudnya agar Ikagi tidak memiliki dana operasional," duga Haryo.Anggota Ikagi saat ini mencapai 2.300-an. Namun, anggota yang ikut iuran hanya sekitar 1.800-an. Setiap bulan, anggota Ikagi iuran Rp 10 ribu. Iuran dibayarkan dengan sistem potong gaji. Uang iuran ini digunakan untuk kegiatan operasional Ikagi.Dengan dihentikannya pemotongan iuran ini, kata Haryo, Ikagi tetap saja masih beraktivitas. Anggota Ikagi tetap iuran secara personal.Selain penghentian uang iuran ini, manajemen PT Garuda juga telah menyegel kantor Ikagi yang berada di Gedung GSO, kawasan Bandara Soekarno-Hatta. Sekretariat itu ditutup sejak Selasa (9/8/2005) pukul 00.00 WIB."Penyegelan ini atas perintah Direktur Operasi Garuda, Ari Safari," kata Haryo. Nama Ari Safari cukup dikenal oleh karyawan PT Garuda. Sebab, sebelum menjadi direktur, Ari adalah Presiden Asosiasi Pilot Garuda Indonesia, yang dulu pernah juga mengancam mogok terbang.Dengan disegelnya sekretariat di Bandara Soekarno-Hatta, Ikagi kini memindahkan sekretariatnya ke Jalan Srikandi II nomor 17, Vila Pamulang, Tangerang. "Ini sekretariat sementara kami, yang juga sekaligus rumah salah seorang anggota kami," jelas Haryo.Hingga saat ini, kata Haryo, rencana untuk mogok kerja pada 12-14 Agustus tetap teragendakan. Sebab, hingga saat ini, manajemen PT Garuda belum memberikan tanda-tanda akan mengabulkan tuntutan mereka, terkait masalah ketenagakerjaan dan kesejahteraan. "Kita tetap solid," kata dia.Senin kemarin, 8 Agustus, sejumlah pramugari Garuda melakukan aksinya di Bundaran HI untuk menyampaikan tuntutan mereka. Pada Selasa siang nanti, sekitar pukul 13.00 WIB, rencananya para awak kabin, termasuk pramugari, akan melapor ke Komnas HAM terkait penyegelan sekretariatnya itu. (asy/)


Berita Terkait