Kasus DBD, Putri Muhidin Tewas Akibat Pendarahan di Pencernaan
Selasa, 09 Agu 2005 12:13 WIB
Jakarta -
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) memang tidak bisa dianggap enteng. Devi Permatasari (7), tewas akibat penyakit ini. Nyawa putri bungsu Muhidin tidak bisa diselamatkan setelah saluran pencernaannya mengalami pendarahan hebat."Darah mengalir di semua selang yang masuk ke tubuhnya," jelas Direktur I RS Pasar Rebo Nancy Hutabarat kepada wartawan di RS Pasar Rebu, Jalan TB Simatupang nomor 30, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (9/8/2005).Devi masuk ke rumah sakit pada 5 Agustus lalu. Setelah didiagnosa, Devi diketahui positif menderita DBD. Ia langsung dirawat di High Care Unit. "Perutnya pun sudah menggembung," tambah Nancy.Namun kondisi warga Jalan Kenanga VIII, RT 05/RW 08, Cimanggis, Depok ini, makin lama makin parah. Pada 7 Agustus, ia dipindah ke ruang Intensive Care Unit. Meski sudah dirawat dengan alat canggih, kesehatannya terus memburuk.Pendarahan hebat terjadi di saluran pencernaannya pada 8 Agustus 2005. Selain itu pernapasannya pun terganggu, sebab kondisi paru-parunya makin menurun. Dan nyawa putri mungil ini tidak bisa diselamatkan lagi. Ia meninggal dunia pada pukul 15.43 WIB.Saat ini, masih ada anggota keluarga Muhidin yang dirawat di RS Pasar Rebo atas kasus yang sama. Mereka adalah 2 anaknya, yakni Asep Saefudin (18) dan Abdul Rosyid (14) serta istri Muhidin, Komariah (38).Nancy menjelaskan, kasus kematian Devi adalah pertama kali sejak 2 Agustus lalu. Hingga pukul 11.45 WIB, belum ada pasien baru untuk penyakit DBD. Jumlah pasien DBD yang kini sedang dirawat mencapai 43 orang.Ia menjamin semua pasien akan digratiskan biaya perawatan. "Kami tetap akan memberikan pelayanan profesional," janji Nancy.
(ton/)










































