DVD Bajakan Mulai Langka di Mal
Selasa, 09 Agu 2005 12:11 WIB
Jakarta - Sudah bukan rahasia lagi selama ini DVD bajakan diperjualbelikan secara bebas di sejumlah mal Jakarta. Namun akhir-akhir ini, penyuka DVD bajakan akan kesulitan menemukannya. Menyusul target Kapolri Jenderal Sutanto memberantas pembajakan, para penjual film bajakan di mal kini memilih menutup gerainya untuk sementara waktu.Di Mal Ratu Plaza, Jl. Sudirman misalnya, dua lantai yang biasanya dipakai untuk menggelar lapak DVD bajakan yakni lantai dua dan lantai tiga tampak sepi. Lapak di dua lantai ditutupi terpal berwarna biru. Menurut salah seorang petugas keamanan Ratu Plaza, lapak itu ditutup sejak tiga hari lalu. Penjual main kucing-kucingan dengan aparat agar bisa menjual DVD bajakan. Meski lapak ditutup, sebagian di antara penjual ada yang sembunyi-sembunyi menawarkan DVD dengan menunjukkan contoh di kotak tertutup.Sebagian lainnya memilih menyiasati aparat dengan hanya membuka dagangan pada malam hari. "Sekarang kalau pagi gak buka. Hanya buka setelah magrib saja," kata salah seorang petugas security Ratu Plaza saat ditemui detikcom, Selasa (9/8/2005).Pemandangan serupa juga terjadi di Mal Cinere. Lapak-lapak DVD yang biasanya terbuka lebar ditutup dengan terpal. Di lantai itu kini hanya ada pedagang yang menjual handphone dan aneka game. Sejumlah penggemar DVD pun kecele. "Wah pasti akan ada razia ini. Semua kok ditutup," celetuk salah seorang calon pembeli. Salah seorang pedagang game menyatakan, penjualan DVD bajakan kini dialihkan menjadi sore hari. "Nanti sore saja Mas ke sini lagi. Sekarang bukanya sekitar pukul 17.00 WIB," kata Dion, pedagang itu.Sementara itu di Mal Depok, penjualan DVD bajakan masih normal. Meski begitu, para pedagang sudah mendengar kabar akan adanya razia bajakan. Di mal itu, ada sekitar 10 pedagang DVD yang beroperasi. Mereka mengaku bingung jika harus mencari pekerjaan lain. "Saya kan cuma cari nafkah. Kerjaan saya cuma ini. Saya tak punya pekerjaan lain. Bingung saya sekarang," kata Ambon (24), salah seorang pedagang itu.Pedagang lainnya menyesalkan razia DVD bajakan di mal. Menurut dia, penjualan barang bajakan marak karena memang ada permintaan. Kalau ingin memberantas pembajakan harus merazia produsennya. "Kalau bisa merazia gudangnya saja, daripada ngerazia kita yang kecil-kecil," kata pedagang itu.
(iy/)











































