DetikNews
Selasa 28 Agustus 2018, 13:57 WIB

Istana: Pertemuan Konglomerat Muda-Jokowi Tak Terkait Pilpres

Andhika Prasetia - detikNews
Istana: Pertemuan Konglomerat Muda-Jokowi Tak Terkait Pilpres Jokowi dan para konglomerat muda (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Pihak Istana Kepresidenan menegaskan pertemuan antara konglomerat milenial dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak terkait Pilpres 2019, khususnya soal pendanaan kampanye. Pertemuan murni membahas perekonomian.

"Kalau Presiden itu niatnya untuk kepentingan di luar ekonomi, politik, mungkin forumnya nggak akan terbuka seperti kemarin itu. Yang semacam itu tertutup saja, nggak mungkin publik tahu. Yang kedua, sepanjang 2 jam pertemuan kemarin itu justru presiden mendengarkan apa saja yang ada dalam kepala pengusaha muda selama ini. Kan mereka sekarang dalam pucuk pimpinan grup dan mungkin 5 tahun lagi juga akan menjadi memegang penuh," ujar staf khusus Presiden bidang ekonomi Ahmad Erani Yustika di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (28/8/2018).



Erani menjelaskan, konglomerat milenial yang tergabung dalam Kadin tersebut memberikan input soal kondisi dunia usaha di lapangan. Selain itu, mereka mengapresiasi eksekusi proyek-proyek yang mangkrak di pemerintahan sebelum nya.

"Yang dilakukan Presiden kemarin betul-betul seluruhnya nggak terkait dengan ini (Pilpres), tapi isinya murni, atau hampir sama sebagian dengan apa yang disampaikan KEIN tadi, mereka dari sisi positif ya, apresiasi pembangunan infrastruktur yang mangkrak. Cipali menurut mereka mangkrak 6-7 tahun, tetapi bisa dieksekusi, ada beberapa tol lain," terang Erani.

Istana: Pertemuan Konglomerat Muda-Jokowi Tak Terkait PilpresAhmad Erani Yustika (Dok. Kemendes PDDT)

Para konglomerat milenial tersebut juga meminta Jokowi memperhatikan kualitas tenaga kerja terampil di lapangan. Kebutuhan akan SDM terampil diperlukan untuk mendorong perekonomian.



"Sambil mereka bilang 'Pak, kami mau mendorong ekonomi kita. Tapi di lapangan kayaknya susah dapat tenaga kerja terampil, mohon ke depan isu keterampilan SDM diperhatikan pemerintah'. Mungkin ketika tahun depan ekonomi pulih, atau 2 sampai 3 tahun lagi pulih, kami akan angkat tenaga kerja yang punya kapasitas itu. Makanya pembangunan SDM menjadi salah satu yang mereka harapkan," urainya.

Erani menegaskan bahwa Kadin yang meminta untuk bertemu Jokowi. "Bukan undang. Audiensi sebetulnya. Mereka meminta audiensi lama," kata Erani.

Dalam pertemuan kemarin siang, ada 26 konglomerat generasi kedua, yakni Garibaldi Thohir, Anindya N Bakrie (Bakrie Group), Muki Hamami (Trakindo Utama), Martin Hartono (PT Djarum), Anthony Pradiptya (Plug and Play), dan Axton Salim (Salim Group).



Selanjutnya Michael Soeryadjaya (Saratoga Investama Sedaya), Michael Widjaja (Sinarmas), Budi Susanto (Alfamart), Arini Sarraswati Subianto (Persada Capital Investama), dan Arif Patrick Rachmat (Triputra Agro Persada).

Lalu ada Arif Suherman (Cineplex), Richard Halim Kusuma (Agung Sedayu Group), Pandu Patria Sjahrir (Toba Bara), John Riady (Lippo Group), Alvin Sariaatmadja (Emtek), Anderson Tanoto (Royal Golden Eagle), serta Yaser Raimi Arifin Panigoro (Medco Group).


(dkp/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed