Laporan dari Madinah

Kaus Ganti Presiden 'Dikibarkan' di Mina, Menag: Jemaah Tahan Diri

Fuad Fariz - detikNews
Selasa, 28 Agu 2018 00:28 WIB
Suasana ibadah haji di Mina. (Fuad Fariz/detikcom)
Madinah - Di tengah prosesi puncak haji di Mina, beredar video jemaah haji Indonesia 'mengibarkan' kaus dengan tagar #2019GantiPresiden. Menag Lukman Hakim Saifuddin meminta jemaah menahan diri.

"Mari kita jaga bersama menjaga kota suci ini dari pengaruh-pengaruh luar yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan ibadah kita," ujar Lukman, yang juga merupakan amirul hajj, di Madinah, Arab Saudi, Senin (27/8/2018).

Dalam video yang viral itu, tampak jemaah haji Indonesia mengaitkan kaus putih dengan tulisan '#2019GantiPresiden' ke sebuah tongkat. Tongkat itu kemudian dijunjung tinggi ke atas saat jemaah tengah berjalan kaki, seperti bendera yang tengah dikibarkan. Dari gambar yang beredar, tampak lokasi kejadian berada di jalan yang ada di tengah-tengah perkemahan di Mina, Mekah.


Lukman mengingatkan kembali mengenai prosesi ibadah haji dengan memakai kain ihram. Makna dari penggunaan kain dua helai itu adalah mengenai tidak adanya lagi sekat-sekat perbedaan di antara manusia satu dengan yang lain.

"Kita menggunakan kain ihram dalam wukuf dalam puncak haji kita di Arafah. Wukuf itu untuk menunjukkan tidak adanya perbedaan yang prinsipil dan nonprinsipil sekaligus. Mari kita jaga bersama-sama perbedaan aspirasi politik. Jangan sampai mencemari atau mempengaruhi secara negatif usaha kita bersama di Tanah Suci ini," ujar Lukman.

Lukman meminta setiap jemaah haji tidak membawa persoalan di Tanah Air ke Tanah Suci di Mekah maupun Madinah. Termasuk mengenai politik praktis yang sedang hangat di Indonesia menjelang Pilpres 2019.


"Sebaiknya tidak dilakukan hal-hal seperti itu. Sebaiknya masing-masing kita bisa menahan diri untuk tidak melibatkan persoalan-persoalan yang ada di Tanah Air di Tanah Suci. Karena Tanah Suci ini milik kita bersama, milik umat Islam Indonesia, tanpa adanya sekat-sekat perbedaan aspirasi politik praktis," kata Lukman.

Dalam kesempatan ini, Lukman juga menyatakan jemaah haji dan delegasi Indonesia menghormati pemerintah Arab Saudi yang telah meminta agar kesucian Mekah dan Madinah dijaga.

"Jadi dalam banyak media Imam Besar Masjid Haram Syekh Abdurahman As-Sudais bahwa ini adalah kota suci Mekah dan Madinah. Kita berhaji dalam rangka ingin melaksanakan ibadah, dan mari kita jaga bersama menjaga kota suci ini dari pengaruh-pengaruh luar yang tidak kaitannya sama sekali dengan ibadah kita," tutur Lukman. (fjp/jor)