Laporan dari Mekah

Kisah Syamsiyah Berhaji dan Netizen Kehilangan Nenek 20 Tahun

Fajar Pratama - detikNews
Senin, 27 Agu 2018 20:08 WIB
Syamsiyah berbaring ditemani suaminya, M Toyib. (Fajar Pratama/detikcom)
Mekah - Nama Syamsiyah (76), jemaah haji dari embarkasi Makassar, jadi perbincangan di media sosial sejak tiga hari lalu. Gara-garanya, ada seorang netizen yang merasa Syamsiyah adalah neneknya yang hilang 20 tahun lalu. Benarkah demikian? Begini yang sesungguhnya terjadi.

Cerita berawal saat Syamsiyah tak kuat berjalan kala melakukan tawaf di Masjidil Haram pada Rabu (8/8/2018). Anggota Tim Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (P3JH) M Agus Pribowo kemudian memberikan pertolongan kepada Syamsiyah.

Proses pertolongan--dari melakukan pemeriksaan awal hingga menggendong ke terminal Syib Amir--yang diberikan Agus ini didokumentasikan oleh tim P3JH. Dokumentasi pertolongan dan wawancara terhadap Agus ini kemudian diberitakan oleh tim Media Center Haji (MCH).

Lebih dari dua minggu berselang, pertolongan Agus kepada Syamsiyah itu ditonton via layar kaca oleh netizen Earline yang menggunakan akun Twitter @lighttcandle. Earline merasa Syamsiyah adalah neneknya yang hilang sejak 20 tahun lalu. Apalagi nenek hilang itu juga bernama Syamsiyah.

Di Twitter, Earline lantas me-mention berbagai pihak, mulai Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, akun resmi Kemenag, dan pihak-pihak lain untuk mengetahui informasi mengenai Syamsiyah. Tim MCH pun bergerak untuk memastikan benar-tidaknya Syamsiyah adalah nenek yang hilang tersebut.


detikcom, yang tergabung dalam tim MCH 2018, mendatangi pemondokan tempat Syamsiyah menginap di Hotel Sadaf Makkah di kawasan Syamsiyah pada Senin (27/8) sore. Syamsiyah, yang mengidap gangguan pada pernapasan, sedang berbaring di kasur dan ditemani oleh suaminya, M Toyib.

Karena kondisi kesehatannya, Syamsiyah tak dapat berbicara banyak. M Toyib kemudian bertindak sebagai juru bicara.

Toyib mengatakan dia dan Syamsiyah menikah pada 1968 dan dikaruniai seorang anak tunggal bernama Kamarudin setahun setelahnya. Toyib dan Syamsiyah sama-sama berasal dari Sinjai, Sulawesi Selatan. Mereka sempat lama tinggal di Jayapura, tapi kini kembali lagi ke Sulawesi. Pada 2011, sebelum pindah ke Sulawesi, Toyib dan Syamsiyah mendaftar haji lewat Jayapura.

Dari Kamaruddin, Toyib dan Syamsiyah dikaruniai lima cucu, tiga di antaranya tinggal di Fakfak, Papua, dan dua lainnya di Sulawesi.

Toyib memastikan Syamsiyah tidak pernah hilang atau pergi dari rumah, sebagaimana disampaikan oleh netizen @lighttcandle yang mengira Syamsiyah adalah neneknya. Toyib yakin, Syamsiyah istrinya dan Syamsiyah si nenek yang hilang 20 tahun itu merupakan orang yang berbeda.

"Tidak pernah hilang. Sejak menikah tahun 1968 sampai sekarang, selalu sama saya. 20 tahun yang lalu juga masih sama saya. Ya, salah orang," ujar Toyib.

detikcom sudah mencoba meminta konfirmasi ke nomor seluler @lighttcandle mengenai posting-nya, tapi belum direspons. Di sisi lain, Agus Pribowo, petugas haji yang menolong Syamsiyah, telah berkomunikasi dengan netizen tersebut. Dari hasil komunikasi itu disimpulkan, Syamsiyah yang sedang beribadah haji dengan Syamsiyah yang 20 tahun hilang merupakan dua orang yang berbeda.

"Ternyata bukan Ibu Syamsyiah ini. Ibu Syamsiyah yang di sini binti Mangarinang. Yang dicari Syamsiyah binti Laowe," ujar Agus.


(fjp/dhn)