Iran Tetap Lanjutkan Konversi Uranium
Selasa, 09 Agu 2005 06:13 WIB
Jakarta - Meski diancam sanksi ekonomi dan politik oleh negara-negara Uni Eropa, tidak membuat mundur langkah Iran untuk memulai fasilitas nuklir untuk konversi uranium. Iran beralasan, proses tersebut adalah untuk menciptakan bahan bakar nuklir, bukan bagian dari program senjata nuklir tersembunyi yang ditakuti oleh sejumlah negara Uni Eropa."Permulaan kembali ini tidak akan memperkaya uranium," kata pejabat Pemerintah Iran seperti dikutip dari kantor berita CNN, Senin (8/8/2005).Menurut pejabat itu, tidak ada aturan yang dilanggar dengan melanjutkan konversi uranium itu. Badan Energi Atom Internasional dan pemantau dari PBB telah memasang kamera pengawas di Isfahan untuk memantau aktifitas nuklir.Namun, tindakan Iran ini telah membuat Dewan Keamanan PBB mempertimbangkan menjatuhkan sanksi ekonomi dan politik. Pada Sabtu (6/8/2005), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Hamid Reza Asefi mengatakan, Iran akan menolak paket proposal yang ditawarkan negosiator dari Uni Eropa, yang diwakili oleh Inggris, Jerman, dan Prancis. Dalam proposal tersebut, Uni Eropa menawarkan bantuan jangka panjang untuk program nuklir sepanjang Iran tidak mengembangkan senjata nuklir.
(atq/)











































