Tidak Bisa Bayar Rp 5000, 9 Warga Kena DBD
Selasa, 09 Agu 2005 00:01 WIB
Depok - Memang tidak enak jadi orang miskin. Gara-gara tidak bisa membayar Rp 5000 per kepala keluarga, penyemprotan nyamuk demam berdarah (DBD) urung dilaksanakan bagi warga Keluruhan Cisalak, Depok, tempat Muhidin menetap.Hal ini yang membuat empat orang anggota keluarga Muhidin dirawat di RSUD Pasar Rebo akibat terserang DBD. Anak kandungnya, Devi Permatasari (7) telah meninggal dunia. Saat ini, dua anak Muhidin, Asep Saefuddin (18), Abdul Rosyid (14) dan istrinya Komariah (38) masih dirawat di rumah sakit tersebut. Lima korban lainnya, yakni tetangga Muhidin juga terkena DBD."Udah seminggu lalu, saat masih satu warga yang terkena demam berdarah, saya telepon puskesmas. Puskesmas minta lima ribu per rumah, alasannya sekarang obatnya mahal," kata Ketua RW 05 Kelurahan Cisalak, Depok Mat Yasin kepada detikcom, Senin (8/8/2005). Ada sekitar tiga ratus-an rumah yang berlokasi di RW 05. Yasin sempat menawar biaya tersebut menjadi satu juta rupiah per RW. Namun, ternyata sulit untuk mengumpulkan uang sebanyak itu. Ketika Yasin membatalkan rencana penyemprotan, Puskesmas Abadi Jaya pun tidak berbuat apa-apa.Rata-rata, lanjut Yasin, warganya adalah orang tidak mampu. Kebanyakan dari mereka bekerja sebagai tukang ojek, pembantu cuci, pemulung dan buruh bangunan. "Kalau ada enam puluh orang yang diminta, yang bayar paling lima," kata Yasin. Pada Jumat (5/8/2005), akhirnya penyemprotan dilakukan oleh pihak swasta yang menggratiskan biayanya. Namun, penyemprotan terlambat karena sembilan orang sudah terkena demam berdarah, termasuk Devi, anak Muyidin yang meninggal Senin (8/8/2005). "Dari yayasan Guna Bakti, tidak ada biaya. Namun mereka menawarkan bubuk abate Rp 2500 sebungkus. Itu juga terserah warga mau beli apa tidak," ungkap Yasin. Untuk diketahui, pemerintah telah menggratiskan pasien demam berdarah di RS Pasar Rebo. Kalau tidak digratiskan, warga tidak mampu ini harus membayar Rp 20.000 untuk kelas tiga per malam. Jumlah tersebut belum termasuk obat yang juga ditanggung pemerintah.
(atq/)











































