DBD Renggut Nyawa Putri Bungsu Muhidin

DBD Renggut Nyawa Putri Bungsu Muhidin

- detikNews
Senin, 08 Agu 2005 19:23 WIB
Jakarta - Kesedihan Muhidin (35) lengkap sudah. Putri bungsunya Devi Permatasari (7) yang sejak Minggu (7/8/2005) kritis, akhirnya tidak bisa diselamatkan. Devi meninggal karena demam berdarah dengue (DBD) pada pukul 15.55 WIB, Senin (8/8/2005).Sejak masuk ke ruang ICU RSUD Pasar Rebo, kemarin, kondisi Devi terus memburuk hingga ajal menjemputnya. Sekitar pukul 16.30 WIB, jenazah Devi dibawa ke rumah duka di Jalan Kenanga VIII, RT 05/RW 08, Cisalak, Cimanggis, Depok.Namun pihak rumah sakit hingga kini belum bisa memberikan keterangan, sebab dokter Ellen yang merawatnya saat ini tidak ada di tempat. "Mungkin baru besok ada keterangan medisnya kalau jam segini dokternya sudah pulang semua," kata Humas RSUD Pasar Rebo Deddy Suryadi kepada detikcom.Sekedar diketahui, dari tujuh orang anggota keluarga Muhidin, empat orang termasuk Devi dirawat di RSUD Pasar Rebo akibat terserang DBD. Saat ini, dua anak Muhidin, Asep Saefuddin (18), Abdul Rosyid (14) dan istrinya Komariah (38) masih dirawat di rumah sakit tersebut.Pada awalnya istri Muhidin, Komariah (38) dan anak ketiganya Asep Saepudin (18) dirawat di RS Pasar Rebo, Kamis (4/8/2005) lalu. Tak disangka, anak kelimanya Devi (7) dan Abdul Rosyid (14) juga harus dirawat di Pasar Rebo karena penyakit yang sama. Diakui Muhidin, yang bekerja sebagai buruh pabrik, tempat tinggalnya termasuk lingkungan yang kotor, banyak sampah dan genangan air.Saat ini di RSUD Pasar Rebo, jumlah korban DBD tercatat 46 orang dan belum dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). "Belum KLB karena rata-rata yang masuk setiap hari lima orang. Kalau 15-20 orang sehari berturut-turut selama seminggu baru digolongkan KLB," kata Deddy.Dari korban DBD itu, 30 orang dirawat di kelas tiga dan 16 orang lainnya dirawat di selasar rumah sakit. (atq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads