Ribut Babi Ilegal, Kepala Karantina Gilimanuk Siap Dicopot

Ribut Babi Ilegal, Kepala Karantina Gilimanuk Siap Dicopot

- detikNews
Senin, 08 Agu 2005 18:01 WIB
Denpasar - Kepala Karantina Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali mengaku siap dicopot dari jabatannya. Ia didesak mundur oleh peternak Bali karena dianggap gagal mencegah masuknya babi ilegal ke Bali."Oh, silakan saja. Langsung saja laporkan saya ke Menteri Pertanian. Jabatan itu amanah, bukan segalanya," kata Kepala Karantina Pelabuhan Gilimanuk Anak Agung Gede Yudhantara menanggapi desakan mundur dari jabatannya oleh para peternak yang tergabung dalam Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (BUPBI) Bali saat berdialog di gedung DPRD Bali, Jalan Dr Kusuma Atmadja, Denpasar, Senin (8/08/2005).Dialog yang berlangsung alot yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Bali IGK Adi Putra dihadiri oleh 50 peternak babi, petugas karantina Gilimanuk, dan petugas Polda Bali. GUPBI mendesak agar DPRD Bali dan Gubernur Bali merekomendasikan agar Kepala Karantina Yudhantara dicopot.Yudhantara tampak pasrah menghadapi desakan dari para peternak babi tersebut. "Saya tidak ada kepentingan. Saya baru setahun di Bali dan sudah 34 tahun di Bali. Tidak ada masalah, tidak ada beban," katanya.Yudhantara mengatakan, pihaknya telah sempat melarang masuknya 300 ekor babi ilegal dari Pulau Jawa ke Bali tanggal 25 Juli 2005. Ia mengaku telah menolak dokumen pengiriman babi tersebut tetapi babi ilegal tersebut tetap lolos masuk ke Bali.Sebelumnya, para peternak babi berhasil menangkap tersangka penyelundupan 49 ekor babi ilegal 25 Juli 2005. Tetapi penyelundupan 201 ekor babi lainnya gagal mereka tangkap. Namun mereka tidak puas karena tersangka penyelundupan babi Suwarjono hanya divonis denda 1 juta oleh Pengadilan Negeri Denpasar.Setelah vonis tersebut, penyelundupan babi ilegal ke Bali kembali terjadi pada tanggal 4 Agustus 2005. "Kita menolak penyelundupan babi ilegal ke Bali karena kita takut dengan penyebaran flu burung," kata salah seorang peternak, Ketut Hari Suyasa. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads