Tim Pemadam Kebakaran Pemprov Riau Diusir Warga

Tim Pemadam Kebakaran Pemprov Riau Diusir Warga

- detikNews
Senin, 08 Agu 2005 17:29 WIB
Pekanbaru - Niat baik tak selamanya bisa diterima. Ini bisa dibuktikan dengan turunnya Tim Pemadam Kebakaran dari Bapedalda Provinsi Riau. Tim ini membawa misi untuk memadamkan api di kawasan gambut di Kecamatan Rantau Bais, Rohil. Namun setibanya di lokasi kebakaran itu, mereka tidak bisa berbuat banyak.Tim ini dihadang puluhan orang yang tengah dengan sengaja membakar lahan tersebut untuk perladangan mereka. Daripada terjadi keributan dengan warga sekitar, akhirnya tim pemadam kebakaran ini balik kanan ke Pekanbaru lagi."Kita baru saja menurunkan tim untuk memadamkan api di Rohil. Tapi nyata kan setelah di lapangan tim kita malah dihalangi warga. Mereka memaksa tim untuk tidak memadamkan api dengan alasanya mereka ingin membuka perladangan. Kalau begini kapan api mau padam," ujar Kepala Bapedalda Provinsi Riau Khairul Zainal pada detikcom, Senin (8/8/2005) di Pekanbaru.Khairul menjelaskan, dengan adanya aksi penentangan dari masyarakat itu, menunjukan bahwa sosialisasi yang telah diintruksikan Gubernur Riau kepada seluruh jajaranya sampai ke tingkat desa, tidak berjalan efektif. Padahal sejak Riau diselimuti asap tebal, pemerintah sudah berupaya meminta masyarakat untuk bersama-sama memadamkan api. "Tapi malah tim kita diusir. Ini kan tak bener lagi," keluh Khairul.Agar tidak terjadi hal yang sama, kata Khairul, kini pihaknya menurunkan tim kembali untuk melakukan sosialisasi akan dampak negatif dari pembakaran lahan dan hutan itu. Tim ini akan memberikan penyuluhan kepada warga di lokasi yang kini tengah terjadi kebakaran lahan dan hutan. "Karena tim kita sudah diusir warga, kita mencoba kembali untuk melakukan penyuluhan terhadap warga", kata Khairul.Khairul menjelaskan, dalam dua hari terakhir ini, luas kebakaran hutan dan lahan di Rokan Hili terus meluas. Kebakaran itu sebagian besar berada di eks HPH yang kini sudah ditinggalkan pihak perusahaan. Lahan-lahan itulah yang kini digarap warga secara ilegal untuk membuka perladangan dengan cara melakukan pembakaran.Setidaknya dalam pantuan satelit NOAA di Singapura, di Rokan Hilir terdapat 9 titik api dengan cakupan luas kebakaran mencapai ratusan hektar di kawasan hutan bergambut. Namun satelit itu juga menunjukan bahwa di Malaysia juga terdapat dua titik api. Kondisi kebakaran hutan dan lahan di Rohil ini memungkikan penyebaran asapnya sampai ke negeri jiran, karena letak Rohil di semenanjung Selat Malaka.Sementara itu, menurut Bismark Tampubolon, Ketua LSM Kelompok Pelestari Sumberdaya Alam (KPSA) Riau mengatakan, dengan kebakaran ini seluruh asap akan melanda Selat Malaka yang ramai pelayaran jalur internasional. Hal itu dimungkinkan karena arah angin dari barat ke timur. "Hal itu yang menyebabkan asap Riau bisa sampai ke Malaysia," kata Bismark.Penanggulangan kebakaran selama ini sangat disesalkan karena, kata Bismark, penanggulangannya tidak berbasiskan masyarakat. Selama ini upaya pemadaman api di kawasan hutan hanya sebatas instruksi birokrasi yang tidak ditindaklanjuti kepada masyarakat. "Dalam hal ini perlu diupayakan penyuluhan tentang dampak dan bahaya dari kebakaran hutan dan lahan baik dari segi kesehatan dan lingkungan," kata Bismark. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads