Aksa Mahmud Jubir PBR, Zaenal Ma'arif Puasa Bicara
Senin, 08 Agu 2005 16:07 WIB
Jakarta -
Zaenal Ma'arif benar-benar taat dengan Aksa Mahmud. Setelah butir-butir kesepakatan islah Partai Bintang Reformasi (PBR) ditandatangani, Zaenal memilih puasa bicara. Sebab, yang punya hak bicara ke publik adalah Aksa Mahmud. Zaenal, yang sebelumnya mengaku sebagai Ketua Umum DPP PBR, enggan mengomentari hasil perundingan islah yang dimediasi Aksa Mahmud itu. Menurut dia, seluruh tetek bengek mengenai islah sudah diserahkan sepenuhnya kepada adik ipar Wakil Presiden M. Jusuf Kalla itu. "Sesuai kesepakatan, saya berpuasa dulu soal ini. Saya tidak mau omong. Semuanya sudah ditangani oleh Pak Aksa, sebagaimana yang telah ditandatangani di rumahnya semalam," kata Zaenal saat ditemui wartawan di ruang kerjanya di gedung DPR/MPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Senin (8/8/2005). Zaenal Siap Tidak Masuk Struktur Meski mengaku puasa bicara, namun Zaenal menyatakan siap menerima hasil apa pun yang diputuskan Tim Enam dalam membentuk struktur kepengurusan. Tim Enam yang disetujui kedua belah pihak itu beranggotakan Djafar Badjeber, Cholid Ghozali, Amran Nasution, Mahendradatta, Mahfud Djaelani, dan Bursah Zarnubi. Saat ditanya mengenai posisinya dalam DPP PBR hasil islah, Zaenal menyerahkan sepenuhnya kepada tim itu. "Termasuk bila seandainya saya tidak masuk dalam struktur," ujar dia.Mengenai mekanisme pembahasan oleh Tim Enam itu, Zaenal ikut saja terhadap hasil yang diputuskan mereka. "Pokoknya terserah Tim Enam," kata Wakil Ketua DPR ini. Ketika ditanya mengenai sikap Sekjen PBR Rizal Fadhilah yang menolak hasil kesepakatan itu, Zaenal juga menolak berkomentar. "Saya nanti akan bicara dengan Rizal," tegas dia.
(asy/)










































