Saling Ejek, Warga Dua Dusun di Klaten Tawuran
Senin, 08 Agu 2005 15:46 WIB
Yogyakarta - Ejekan memang sering bikin sakit hati. Ujung-ujungnya bisa pecah tawuran massal. Seperti yang terjadi di dua dusun di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Akibatnya, 4 orang warga luka-luka, 22 orang diamankan dan 8 sepeda motor rusak berat akibat diremuk warga yang terlibat tawuran.Peristiwa itu terjadi di Dukuh Tiyasan, Desa Tanjungsari, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, pada hari Minggu (7/8/2005). Sampai Senin (8/8/2005), polisi masih mengamankan dan meminta keterangan beberapa orang warga.Namun ada pula beberapa warga yang sudah dilepaskan setelah selesai dimintai keterangan. Selain itu, polisi juga mengamankan tiga buah pedang, 10 potongan bambu dan kayu, sebuah parang, sebuah garpu cangkul dan serta dua buah batu besar yang digunakan warga saat berkelahi."Persoalan awal tawuran itu hanya karena saling ejek. Semua pihak yang terlibat perkelahian masih kita periksa. Mereka semua akan kita proses hukum baik yang terlibat perkelahian dan pengrusakan sepeda motor," kata Kapolres Klaten AKBP Arief Darmawan pada detikcom, Senin (8/8/2005).Menurut Arief, 22 orang warga yang terlibat tawuran tersebut sudah diminta keterangan. Sebagian besar adalah warga Tiyasan Desa Tanjungsari. Sebanyak 19 orang diperiksa di Mapolres Klaten dan 3 orang diperiksa di Polsek Manisrenggo.Sedikitnya lima orang warga mengalami luka-luka akibat terkena pukulan lemparan baru dan senjata tajam. Mereka yang terluka sudah mendapat pengobatan dan perawatan dari Puskesmas Manisrenggo dan poliklinik Muhammadiyah."Sebagian memang sudah kita perbolehkan pulang, tapi ada beberapa orang yang masih ditahan di Polres untuk diperiksa lagi terutama untuk mengetahui motif pengrusakan sepeda motor," katanya.Arief juga menyayangkan terjadinya kasus tawuran dua dusun yang saling bertetangga yakni Dusun Tiyasan dan Nangsri. Yang terlibat tawuran sebagian besar adalah sudah saling mengenal satu sama lain.Agar tawuran itu tidak terulang kembali, sejak semalam hingga siang ini Arief telah memerintahkan Kapolsek Manisrenggo untuk meningkatkan patroli keamanan di sekitar Desa Tanjungsari. Selain itu, pihak Muspika Manisrenggo saat ini juga berupaya meredakan situasi dengan melibatkan beberapa tokoh warga setempat.Menurut Arief, tawuran massa itu dipicu terjadinya saling ejek antara warga Tiyasan dengan salah seorang warga Nangsri, Komir (22) di jalan Dusun Tiyasan yang saat itu tengah melakukan kerja bakti membersihkan makam dan jalan dusun setempat. Akibat saling mengejek itu kemudian terjadi pertengkaran. Komir yang tidak terima diejek, langsung pulang meminta bantuan rekan-rekannya di Dusun Nangsri.Tidak lama kemudian, Komir bersama sekitar 20-an rekannya datang dengan mengendarai sepeda motor. Melihat kedatangan Komir dan kawan-kawannya, warga Tiyasan yang sedang bekerja bakti tersebut marah sehingga terjadi perkelahian menggunakan alat-alat yang dipakai kerja bakti.Karena kalah, Komir dan kawan-kawan melarikan diri dengan meninggalkan sepeda motornya. Delapan buah sepeda motor yang ditinggal pemiliknya langsung dirusak warga Tiyasan sebagai pelampiasan kemarahan."Motor tersebut masih kita amankan di Polsek Manisrenggo sebagai barang bukti. Semua pelaku dari kedua dusun, kita minta keterangan agar permasalahan semakin jelas," kata Arief.
(nrl/)











































