Kesepakatan Helsinki, Gus Choi Desak DPR Rapat Paripurna Khusus
Senin, 08 Agu 2005 14:15 WIB
Jakarta - Kontroversi kesepakatan antara RI dan GAM masih terus disorot berbagai pihak, tak terkecuali para anggota dewan. Wakil Ketua Komisi I DPR Effendi Choirie meminta kepada pimpinan DPR mengambil inisiatif untuk menggelar rapat paripurna khusus mengenai kesepakatan yang dicapai di Helsinki, Finlandia, itu. Rapat Paripurna khusus ini penting dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab DPR terhadap keputusan yang diambil oleh bangsa ini."Tidak cukup hanya rapat konsultasi, karena kedaulatan di DPR ada di tangan anggota bukan di pimpinan, berbeda dengan lembaga kepresidenan," kata pria yang akrab disapa Gus Choi ini kepada wartawan di gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (8/8/2005). Gus Choi menegaskan bahwa rapat konsultasi antara Pemerintah dan DPR yang akan digelar hari Selasa (9/8/2005) besok di Istana tidak untuk memberikaan keputusan DPR terhadap hasil perundingan tersebut. "Konsultasi hanya saring info dan diskusi biasa ini tak mengikat," urainya.Oleh karena itu menurut politisi PKB ini, DPR tidak akan ikut tanggung jawab terhadap ekses apa pun dari hasil perundingan apabila hasil kesepakatan tersebut tidak dibahas lebih dahulu dalam rapat paripurna khusus DPR sebelum diteken 15 Agustus 2005."Risiko silakan ditanggung pemerintah," tegasnya dengan bersemangat.Terkait dengan hal terebut, FKB akan melakukan pertemuan internal untuk membahas hal itu. Hasil kesepakatan akan disampaikan dalam bentuk tertulis pada pimpinan DPR. "Pimpinan akan kita surati agar segera menggelar rapat paripurna khusus terkait hasil perundingan RI dan GAM," tandasnya.
(ahm/)











































