Korban DBD di Palu Bertambah 1 Lagi
Senin, 08 Agu 2005 14:16 WIB
Palu - Penderita positif demam berdarah dengue (DBD) di Palu, Sulawesi Tengah, bertambah lagi. Kasus terbaru menimpa Aditya, murid kelas 2 Sekolah Menengah Pertama Negeri Palu 1 Palu. Ia divonis menderita DBD sejak lima hari yang lalu. Kini ia dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Palu.Menurut Risni (30), ibu Aditya, dia panik ketika anaknya itu mimisan (mengeluarkan darah dari hidung). Ia lalu segera melarikan anaknya ke rumah sakit. Semula dia mengiranya anaknya hanya sakit biasa saja. "Namun setelah diperiksa anak saya dinyatakan positif menderita DBD," kata Risni yang ketika itu mengaku agak panik karena kasus-kasus DBD selama ini yang sampai menelan korban jiwa.Saat ini, meski kondisi Aditya sudah terkontrol, selang infusnya belum dilepaskan. Ia masih tergolek lemah di ranjang perawatan di Bangsal Catelya.Dari rekam medik per Senin (/8/8/2005) menyebutkan bahwa pasien DBD yang sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Palu, mencapai 10 orang. Rata-rata penderitanya adalah anak-anak. Mereka berusia dua hingga sebelas tahun.Sejauh ini, sudah tiga penderita DBD di rumah sakit daerah ini yang meningal dunia. Kasus ini terjadi pada bulan Juli lalu. Mereka yang meningal itu adalah Riyantio (10), Feby (6) dan Mohammad Anugerah yang baru berusia 8 bulan.Menurut Siti Hamirah, Kepala Bangsal Catelya RSUD Undata, rata-rata pasien penderita DBD ini berasal dari keluarga miskin. Karenanya 80 persen biaya perawatan dan pengobatannya ditanggulangi bantuan JPS, jelasnya di bangsal Catelya, RSUD Undata Palu, Jalan Soeharso, Palu Timur, Senin (8/8/2005) pukul 12.00 WITA siang ini.
(nrl/)











































