Aksi Demo di Depok Memanas, Massa dan Aparat Saling Dorong
Senin, 08 Agu 2005 13:46 WIB
Depok -
Aksi demo massa di Depok memanas. Forum Bersama Masyarakat Depok yang membela walikota terpilih Nur Mahmudi Ismail terlibat aksi dorong mendorong dengan aparat kepolisian yang menjaga Gedung DPRD Kota Depok.Massa yang jumlahnya sekitar 800 orang memaksa masuk ke gedung tersebut setelah upaya mereka bertemu Ketua DPRD Kota Depok Naming Bothin tidak membuahkan hasil.Mereka mendesak DPRD menjelaskan alasan penundaan pelantikan pasangan Nur Mahmudi Ismail-Yuyun Wirasaputra sebagai Walikota dan Wakil Walikota Depok. DPRD dinilai terlibat dalam konspirasi menggagalkan Nur Mahmudi memimpin Kota Depok.Massa ingin DPRD menjelaskan, kenapa surat pelantikan Nur Mahmudi dan Yuyun bisa tidak sampai ke tangan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan. Namun keinginan mereka untuk mendengarkan penjelasan langsung dari mulut Ketua DPRD Kota Depok Naming Bothin tidak bisa dipenuhi. Alasannya, Ketua DPRD yang berasal dari Fraksi Partai Golkar itu sedang tidak ada di tempat karena harus menjalankan tugas yang tidak bisa ditinggalkan.Setelah mendengar penjelasan tersebut, kekesalan massa tidak bisa dibendung lagi. Mereka mendesak aparat membuka pintu gerbang gedung dan membiarkan mereka masuk dan meminta penjelasan dari anggota DPRD lainnya.Namun hanya Roy Prygina, wakil massa pendemo, yang berhasil masuk ke gedung tersebut. Dia lalu bernegosiasi dengan staf DPRD agar mereka memanggil Naming. Namun Naming hanya bisa diwakili oleh Wakil Ketua DPRD Kota Depok dari FPKS Amri Yusra.Saat Roy menyampaikan hasil negosiasinya, massa semakin tidak puas. Mereka terus memaksa masuk sambil berteriak-teriak 'Ketua DPRD pengecut'.Sikap massa tidak berubah saat Amri nongol di atas podium. Massa yang tidak bisa menahan kecewa langsung menyambut Amri dengan teriakan. "Huuuuuuuuu, pengecut," teriak massa yang ditujukan kepada Ketua DPRD.Mereka juga diteriaki pembohong saat dia menyampaikan bahwa Naming tidak ada di tempat. "Mohon maaf, kebetulan bapak ketua sedang tidak ada di tempat. Ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan," katanya. "Huuuuuuuu, bohong-bohong," sambut massa.Amri yang menegaskan pihaknya akan berusaha mendengarkan aspirasi massa tetap dicuekin. Permintaannya agar aspirasi tersebut disampaikan dengan cara dialog juga ditolak mentah-mentah."Dasar pengecut. Apa pantas Ketua DPRD kabur. Coba tolong dipaksa telinga dia mendengarkan suara rakyat. Biarkan kita masuk, gedung ini dibangun dari uang rakyat. Jadi biarkan kita masuk," teriak seorang massa pendemo yang terlihat sangat kesal dengan sikap DPRD Kota Depok."Tolong Pak Polisi, biarkan kami masuk. Kami tidak bawa apa-apa. Tidak ada senjata. Jadi biarkan kami masuk," teriak massa lainnya.Hingga pukul 13.25 WIB, belum diperoleh konfirmasi, apakah massa berhasil masuk ke Gedung DPRD atau tidak. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Kepala Bagian Operasi Polres Depok Kompol Nanang Rudi mengaku, pihaknya menurunkan 180 personel untuk menjaga-jaga di Gedung DPRD Kota Depok.
(umi/)










































