Islah dengan Zaenal Ma'arif, Zainuddin MZ Pimpin PBR

Islah dengan Zaenal Ma'arif, Zainuddin MZ Pimpin PBR

- detikNews
Senin, 08 Agu 2005 13:30 WIB
Jakarta - Perang dingin kubu Zainuddin MZ dan kubu Zaenal Ma'arif berakhir damai. Partai Bintang Reformasi (PBR) hasil islah sepakat menunjuk da'i sejuta umat Zainuddin MZ sebagai ketua umum. Bagi-bagi jabatan pun tengah digodok.Islah berlangsung di kediaman Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud, Minggu (7/8/2005) malam. Pertemuan dihadiri Zainuddin MZ, Zaenal Ma'arif, Bursah Zarnubi, Djafar Badjeber, Amran Nasution, Kholil Gozali."Semalam ada pertemuan dan telah ada kemajuan berupa nota kesepakatan antara dua kubu yang telah lama berseteru," ungkap Aksa Mahmud, fasilitator pertemuan, dalam jumpa pers di Plaza Bank Bumi Daya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Senin (8/8/2005).Menurut dia, kedua kubu meneken nota kesepakatan yang berisi 4 butir. Pertama, mengakui hasil Muktamar 2005, yang menjadikan Zainuddin MZ terpilih kembali memimpin partai sempalan PPP ini.Butir kedua, membentuk tim yang berjumlah enam orang untuk merumuskan pengurus PBR. Tim itu beranggotakan Djafar Badjeber, Kholil Gozali, Amran Nasution, Mafudz Zailani, Mahendradatta dan Bursah Zarnubi.Ketiga, kedua pihak dalam melakukan aktivitasnya mengatasnamakan PBR hasil islah. Keempat, kedua pihak tidak memberikan keterangan kepada pihak luar dan menunjuk Aksa Mahmud sebagai juru bicara."Dengan hasil ini, Ketum PBR islah adalah Zainuddin MZ. Posisi pengurus lain akan dibuat bersama oleh tim enam mulai posisi sekjen ke bawah. Perumusan pengurus PBR islah akan berlangsung seminggu," urai Aksa.Di penghujung acara jumpa pers ini, Djafar Badjeber yang mewakili Zaenal Ma'arif dan Bursah Zarnubi yang mewakili Zainuddin MZ, berjabat tangan sebagai simbol perdamaian kedua kubu.Seperti diketahui, bulan lalu Jusuf Kalla mengutus Aksa Mahmud, orang separtainya, untuk memediatori kisruh PBR. Kalla juga ingin mendamaikan PKB lewat konglomerat Aksa Mahmud. Tapi Gus Dur buru-buru menampik dengan keras. (aan/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini