Flu Burung, Peternak Ayam Palu Terancam Gulung Tikar
Senin, 08 Agu 2005 13:05 WIB
Palu - Dampak mewabahnya flu burung di sejumlah daerah di Indonesia mengkhawatirkan sejumlah peternak ayam di Palu, Sulawesi Tengah. Mereka terancam gulung tikar. Para peternak ini kini tak mendapat pasokan bibit ayam day old chick atau DOC.Hal itu dialami sejak mewabahnya flu burung di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan. Sejak saat itu, pasokan DOC dari daerah ini ke Palu dihentikan. Padahal, Makassar merupakan salah satu daerah pemasok DOC terbesar bagi peternak ayam di Palu.Untuk memenuhi permintaan DOC, para peternak kini hanya memasukkannya dari wilayah Kalimantan Timur. Daerah itu dinyatakan belum terinveksi flu burung. Namun masalahnya, stok DOC di daerah, itu sangat sedikit disbanding kebutuhan di Palu.Menurut Salman, seorang peternak, pihaknya kini kekurangan stok DOC khususnya untuk ayam petelur yang akan diremajakan."Makanya kalau Anda lihat ada kandang ayam saya yang kosong, itu akibat kekurangan stok," aku Salman.Ketua Asosiasi Pengusaha Perunggasan Sulawesi Tengah Fajar Santosa menuruturkan, dari 600 ribu ekor DOC per bulan, kini tingal 400 ribu ekor. Bahkan, bulan ini jumlahnya tinggal 200 ribu ekor.Dengan kurangnya pasokan DOC ke Palu dipastikan akan mempengaruhi pendapatan setiap peternak. "Untuk bulan ini saja kerugian yang kami alami berkisar ratusan juta rupiah," aku Fajar, di kompleks Peternakannya di Palu Timur, Senin (8/8/2005) siang ini.
(nrl/)











































