SBY Harus Hadiri Setiap Upacara Keagamaan, MUI Beri Solusi
Senin, 08 Agu 2005 08:31 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kabarnya dibuat pusing oleh fatwa haram doa bersama. Sebab, sebagai presiden, SBY harus menghadiri setiap upacara keagamaan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun memberikan solusi kepada RI 1.Menurut Ketua MUI Khalil Ridwan, Presiden SBY cukup menghadiri pembukaan acara keagamaan lain. Sebab jika SBY hanya membuka acara seremoninya dibolehkan. Yang diharamkan adalah jika ikut dalam upacara keagamaannya."Solusinya adalah utus orang atau menteri yang beragama sesuai atas nama presiden. Membuka acara itu, beri sambutan dan langsung pulang. Jika ikut Natalannya atau acara keagamaan lain, maka itu yang terkena fatwa haram," kata Ridwan kepada detikcom, Minggu (8//8/2005) malam.Ditambahkan Ridwan, ada polemik apakah acara Natal bersama yang dihadiri oleh presiden atau pejabat negara yang muslim masuk dalam ritual agama atau hanya seremoni saja. Acara Natal bersama ini haram menurut Fatwa MUI ketika Buya Hamka menjadi ketuanya.Menurut Ridwan, fatwa tidak bisa dicabut dan hukumnya akan terus berjalan. "Fatwa tidak bisa dicabut, dan fatwa itu masih berlaku, cuma umatnya yang tidak taat," katanya.Dijelaskan Ridwan, di dalam Islam tidak dikenal doa bersama antaragama lain. Haram hukumnya jika suatu acara doa bersama dipimpin oleh tokoh nonmuslim, namun mubah (tidak berdosa jika dilakukan, dan tidak berdosa juga jika ditinggalkan) jika dipimpin tokoh Muslim.Sedangkan untuk doa bersama dengan cara berdoa bergiliran adalah haram mengamini doa-doa dari agama lain. Juga haram jika dilakukan doa bersama secara serentak, namun mubah hukumnya jika doa bersama dilakukan menurut agama masing-masing."Yang diharamkan itu adalah jika umat Islam bersama pemeluk agama lain berdoa bersama dan sama-sama mengamini doa tersebut di waktu dan tempat yang sama atau berdoa bersama," kata Ridwan.Menurut Ridwan, Islam mengakui pluraritas masyarakat yang berbeda agama bukannya plurasisme agama. Yang dilarang adalah satu aliran yang mengajarkan bahwa semua agama adalah baik dan masuk surga. "Itu yang tidak betul. Itu yang haram," demikian Khalil Ridwan.
(gtp/)











































