DetikNews
Rabu 22 Agustus 2018, 07:42 WIB

Gerindra Yakin Suara Emak-emak Beralih ke Prabowo-Sandi

Faiq Hidayat - detikNews
Gerindra Yakin Suara Emak-emak Beralih ke Prabowo-Sandi Prabowo-Sandiaga (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta - LSI Denny JA mengadakan survei elektabilitas Pilpres 2019. Hasilnya, pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin 52% dan Prabowo-Sandiaga Uno 29,5%. Jokowi-Ma'ruf juga menang di lima kantong, termasuk emak-emak, dan hanya kalah di kantong suara kaum terpelajar.

Anggota Bakom DPP Partai Gerindra Andre Rosiade menyatakan cara meningkatkan elektabilitas Prabowo-Sandiaga itu dengan mengeluarkan program perbaikan ekonomi. Sebab, dampak ekonomi sulit dirasakan oleh emak-emak.

"Ya cara begini simpel, Pak Prabowo dan Bang Sandi akan menurunkan program ekonomi, yang memang merasakan dampak ekonomi sulit itu emak-emak ya. Karena mereka yang mengelola dapur di rumah dan mereka juga yang melihat bagaimana kondisi anak mereka tamat kuliah kalangan milineal tidak dapat pekerjaan, lapangan kerja sulit, harga-harga kebutuhan pokok tinggi kan itu," ucap Andre Rosiade kepada detikcom, Selasa (21/8/2018).


Menurut dia, program OK OCE juga akan diluncurkan secara nasional untuk emak-emak. Dalam program itu, emak-emak akan diajarkan kewirausahaan hingga pemodalan.

"Nah kita akan mengeluarkan program konkret, pertama untuk anak-anak kaum emak-emak yang menganggur akan adopsi program ok oce nasional, bagaimana kemampuan kewirausahaan pelatihan pendampingan sampai pemodalan agar anak muda bisa membuka lapangan kerja," ucap dia.

"Emak-emak soal harga kebutuhan pokok yang tinggi, nanti akan siapkan distribusi bagaimana kita amankan alokasi misalnya produk telur, telur di Blitar misalnya akan bikin rantai distribusi yang transparan dan keadilan sehingga harganya terjangkau," lanjut Andre.

Dengan program itu, menurut dia dukungan emak-emak akan solid untuk Prabowo-Sandiaga. Sehingga emak-emak yang mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin akan beralih ke Prabowo-Sandiaga.

"Iya harapan kita seperti itu (beralih ke Prabowo-Sandi), kami melihat berdasarkan kajian tim masalah bangsa Indonesia itu ekonomi pertumbuhan ekonomi yang rendah, menyebabkan ekonomi rendah otomatis lapangan kerja tidak ada, otomatis harga-harga tinggi, daya beli sementara penghasilan tetap. Harga tinggi jadi daya beli melemah. Ini yang menjadi catatan PR tim Prabowo dan Sandi memperbaiki ekonomi berarti memperbaiki masalah bangsa, fokus kami di situ," jelas dia.

Survei ini digelar pada 12-19 Agustus 2018 menggunakan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka ke 1.200 responden, dengan dilengkapi focus group discussion dan wawancara mendalam. Survei dipaparkan peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby.

Dia mengatakan, survei ini akan menjadi bahan evaluasi agar bekerja keras memenangkan Prabowo-Sandi. Jika mengacu survei, Prabowo-Sandiaga belum sosialisasi program untuk diketahui masyarakat.

"Belum tersosialisasikan Pak Prabowo dan Sandi di masyarakat dan program belum banyak diketahui masyarakat apa yang kami tawarkan. Ini masukan evaluasi untuk terus bekerja untuk meningkatkan elektabilitas Pak Sandi. Yang jelas akan garap selurh segmen, akan garap muslim, nonmuslim, pedesaan, perkotaan, milineal, dan pemilih emak-emak," kata Andre.


(fai/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed