DetikNews
Selasa 21 Agustus 2018, 17:22 WIB

Kelompok Milenial 'Tinggalkan Jokowi', PSI: Mereka Terkejut Saja

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kelompok Milenial Tinggalkan Jokowi, PSI: Mereka Terkejut Saja Raja Juli Antoni (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Dipilihnya Ma'ruf Amin sebagai cawapres membuat sebagian pemilih milenial meninggalkan Joko Widodo versi survei LSI Denny JA. PSI pun meyakini kelompok milenial solid mendukung Jokowi.

"Milenial juga solid mendukung Pak Jokowi. Dia memang presiden yang mengerti anak muda," ujar Sekjen PSI Raja Juli Antoni kepada detikcom, Selasa (21/8/2018).

Pada timses Jokowi-Ma'ruf, PSI punya tugas khusus untuk menggaet kalangan milenial. Survei LSI akan dijadikan landasan dalam menyusun strategi. Menurut pria yang akrab disapa Toni itu, tergerusnya suara Jokowi di kalangan milenial karena mereka kaget atas dipilihnya Ma'ruf sebagai cawapres.

"Saya kira pemilih Pak Jokowi, terutama milenial dan minoritas, 'terkejut' saja dengan pilihan cawapres kemarin. Yang namanya terkejut insyaallah tidak akan lama. Semua akan kembali normal," ucapnya.


Suara Jokowi juga tergerus di kelompok nonmuslim dengan kehadiran Ma'ruf. PSI meyakini kelompok milenial dan nonmuslim akan segera pulih dari keterkagetannya.

"Saya yakin milenial dan minoritas akan kembali ke jalan yang benar setelah mereka nggak kaget. Semua akan kembali berpikir normal bahwa ini adalah pemilihan presiden. Pilihannya Jokowi dan Prabowo," tutur Toni.

Meski begitu, PSI senang elektabilitas Jokowi-Ma'ruf menang jauh dari pesaingnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, seusai pendaftaran Pilpres 2019. Menurut Toni, hasil survei tersebut akan menjadi pertimbangan bagi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.

"Alhamdulillah, hasil survei ini merupakan starting point yang baik bagi kami. Senang mendengar dukungan pemilih muslim mayoritas ke Pak Jokowi. Ini bukti masyarakat kita tambah cerdas. Isu yang selalu dijual kubu sebelah bahwa Jokowi anti-Islam ternyata tidak dibeli masyarakat," paparnya.

Walau menang di mayoritas kantong suara, Jokowi-Ma'ruf dikalahkan di kantong suara kaum terpelajar oleh Prabowo-Sandiaga. Pendekatan khusus akan dilakukan.


"Kami hampir unggul di hampir di semua sektor, kecuali 1, kalangan terpelajar. Perlu pendekatan khusus bagi kelompok ini," kata Toni.

PSI menyebut pihaknya akan mempelajari detail hasil survei LSI Denny JA untuk dijadikan pertimbangan merumuskan strategi kampanye. Toni menyatakan hasil survei ini akan menjadi motivasi TKN Jokowi-Ma'ruf.

"Sekaligus membuat kami mawas diri untuk memastikan orang baik meneruskan kerja untuk negeri ini," sebutnya.

Seperti diketahui, Jokowi-Ma'ruf memperoleh angka elektabilitas 52,2% dalam survei LSI Denny JA. Sementara itu, Prabowo-Sandi 29,5%. Jokowi-Ma'ruf unggul di pemilih muslim, pemilih nonmuslim, pemilih wong cilik (masyarakat berpendapatan di bawah Rp 2 juta/bulan), pemilih emak-emak, dan pemilih milenial.

Prabowo-Sandiaga menang di kelompok pelajar. Survei juga menunjukkan suara Jokowi tergerus di kelompok milenial dan nonmuslim dengan hadirnya Ma'ruf sebagai cawapres.

Survei digelar pada 12-19 Agustus 2018 menggunakan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka ke 1.200 responden, dengan dilengkapi focus group discussion dan wawancara mendalam.
(elz/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed