Kabinet Israel Setuju Tarik Diri dari Gaza, Netanyahu Mundur

Kabinet Israel Setuju Tarik Diri dari Gaza, Netanyahu Mundur

- detikNews
Senin, 08 Agu 2005 00:33 WIB
Jakarta - Kabinet Israel memberikan persetujuan akhir untuk mundur dari Jalur Gaza dan sebagian Tepi Barat. Keputusan ini ditandai mundurnya Menteri Keuangan Benyamin Netanyahu dari jabatannya sebagai bentuk protes.Netanyahu menyampaikan surat pengunduran diri dalam rapat kabinet, Minggu (7/8/2005) waktu setempat. "Pengunduran diri akan efektif dalam 48 jam," kata juru bicara Netanyahu, Eli Yosef, sebagaimana dilaporkan Associated Press.Setelah Netanyahu menyampaikan surat pengunduran dirinya, kabinet memberikan persetujuan final untuk babak awal proses mundur dari Jalur Gaza, yakni dari pemukiman Netzarim, Kfar Darom dan Morag. Persetujuan diberikan dengan suara 17 banding 5.Israel akan memindahkan sekitar 9.000 orang Israel dari penghuni dari rumah mereka mulai 15 Agustus mendatang. Ke-21 pemukiman Israel di Jalur Gaza dan empat di Tepi Barat yang akan dibongkar sudah ditandai.Netanyahu, mantan PM dan politisi garis keras, memiliki sikap yang tidak tegas soal rencana mundur Israel dari Jalur Gaza. Ia telah memberikan suara untuk mendukung kebijakan tersebut di kabinet. Tapi ia juga mencoba untuk mentorpedo rencana itu melalui manuver di parlemen. Netanyahu merupakan rival politik terkuat Perdana Menteri Ariel Sharon di dalam Partai Likud,Netanyahu diperkirakan akan menantang Sharon dalam pemilihan ketua Partai Liqud berikutnya.Pemungutan suara kabinet pada Minggu ini adalah yang pertama dari serangkaian voting untuk pembongkaran pemukiman-pemukiman tertentu. "Ini sangat sulit, rumit, tapi proses sangat penting bagi Israel, tapi akan diwujudkan sesuai keputusan kabinet dan Knesset," ujar Sharon.Keputusan untuk mundur dari Jalur Gaza dan sebagian Tepi Barat ditentang oleh sebagian rakyat di Isreal. Mereka menggelar aksi unjuk rasa untuk mengecam kebijakan ini dan menyerukan kepada militer untuk mengabaikan perintah untuk melakukan evakuasi. (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini