Warga Banda Aceh Doa Bersama dan Pawai Keliling Kota
Minggu, 07 Agu 2005 20:12 WIB
Banda Aceh - Menjelang penandatangan nota kesepahaman atau memory of understanding (MoU) RI-GAM pada 15 Agustus mendatang, ratusan warga Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, menggelar zikir dan doa bersama. Usai zikir, acara dilanjutkan dengan pawai keliling kota.Zikir dan doa bersama digelar di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Minggu (7/8/2005). Acara dipimpin ustadz Tengku Zulfan, pimpinan pondok pesantren Raudhatul Quran, Banda Aceh. Tak sedikit warga yang meneteskan air matanya ketika zikir dan doa mulai dilantunkan.Usai zikir dan doa, Tengku Zulfan juga memberikan ceramah tentang perlunya kedamaian bagi Aceh, terutama pasca bencana gempa bumi dan tsunami ini.Pawai Keliling KotaUsai doa bersama, para penabuh Rapa'i Pase (sejenis alat musik rebana), melakukan pawai keliling Kota Banda Aceh. Ratusan penabuh Rapa'i Pase ini menggunakan truk dan memulai perjalanannya dari Tugu Darussalam, Unsyiah, Banda Aceh.Sekitar pukul 21.00 WIB, para penabuh Rapa'i Pase ini akan bergerak menuju Aceh Timur. Mereka akan menabuh terus sepanjang perjalanan, dan hanya beristirahat pada waktu salat dan makan. Perjalanan dari Banda Aceh yang akan melintasi Sigli, Biruen, Lhokseumawe dan kemudian Langsa sepanjang lebih kurang 450 kilometer ini akan memakan waktu sekitar 10 jam. Rombongan diperkirakan akan tiba di Aceh timur pada Senin (8/8/2005) pagi.Aksi ini dilakukan sebagai upaya untuk mengkampanyekan perdamaian menjelang perundingan RI-GAM di Helsinki 15 Agustus mendatang. Jika MOU RI-GAM ditandatangani, maka GAM akan mengumpulkan senjata mereka kepada Aceh Monitoring Mission yang yang terdiri dari negara-negara Uni Eropa dan ASEAN. Sejalan dengan itu, TNI juga akan menarik pasukan non organiknya dari Aceh.
(gtp/)











































