Tabrakan KA, Tiga Korban Luka Dirawat di RS Atmajaya
Minggu, 07 Agu 2005 19:32 WIB
Jakarta -
Tiga korban tabrakan kereta api (KA) penumpang jurusan Jakarta-Rangkasbitung dengan KA pengangkut batu bara kini dirawat di Rumah Sakit (RS) Atmajaya, Pluit, Jakarta Utara. Dua korban adalah masinis kereta, dan satu orang lainnya penumpang.Menurut petugas RS Atmajaya, Herma, semula ada empat korban luka-luka yang dibawa ke RS Atmajaya. Tapi kemudian salah seorang korban diperbolehkan pulang. "Dirawat tiga, satu pulang," kata Herma ketika dihubungi detikcom, Minggu (7/8/2005).Tiga korban yang masih dirawat tersebut adalah Suharto, Slamet, dan Ahmad Fahmi. Suharto dan Slamet, yang merupakan masinis KA, kini sedang menjadi operasi di kamar bedah. Sedangkan Fahmi, penumpang berusia 14 tahun, sudah dirawat di bangsal.Tentang kondisi luka yang dialami ketiga korban, Herma tidak bersedia menjelaskan. Yang pasti ketiganya perlu menjalani rawat inap. "Silakan datang langsung untuk mengetahui kondisi korban," ujar Herma.Sebelumnya Ngadiron, staf PT KA di Operations Center PT KA, menjelaskan, dua awak KA barang yang mengalami luka parah adalah masinis dan pembantu masinis. Semua penumpang KA jurusan Jakarta-Rangkasbitung selamat, meski sebagian mengalami luka ringan.KA penumpang menabrak KA pengangkut batu bara di rel antara stasiun Kampung Bandan dan Stasiun Angke, Jakarta Utara. Kecelakaan pada sekitar pukul 14.30 WIB, Minggu (7/8/2005), ini terjadi karena KA barang tiba-tiba mogok sekitar pukul 14.11 WIB. KA penumpang dengan nomor 916 yang meluncur dari Jakarta menuju Rangkasbitung tak kuasa berhenti dan menabrak bagian belakang KA barang itu. Tabrakan tidak membuat dua kereta itu anjlok dari rel. Meski suara benturan sangat keras, dua KA itu tetap berada di rel masing-masing.
(gtp/)










































