DetikNews
Selasa 21 Agustus 2018, 13:15 WIB

Surat Panggilan Facebook Dikirim Lagi 27 Agustus

Mochamad Zhacky - detikNews
Surat Panggilan Facebook Dikirim Lagi 27 Agustus Foto: detikINET/Irna Prihandini
Jakarta - Pihak Facebook tidak memenuhi panggilan sidang yang dilayangkan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Pengadilan akan kembali melayangkan surat pemanggilan pada 27 Agustus ini.

Panggilan sidang ulang terhadap Facebook dilayangkan karena adanya kesalahan nama yang disampaikan pihak penggugat. Karena itu, majelis hakim meminta penggugat memperbaiki sebelum surat panggilan ulang dikirimkan.

"Apa minta waktu sampai besok lah, eh sampai hari Senin (27/8) lah. Nanti kita terima nama apakah tetap Facebook Indonesia atau Facebook Konsultan Indonesia. Setelah itu akan kita lakukan pemanggilan," kata Ketua Majelis Hakim Martin Pontoh saat sidang di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (21/8/2018).




"Hari ini sampai 27 Agustus Saudara (penggugat) sudah harus memberikan nama tergugat dua. Sebab, hari Selasa atau Senin kita akan melakukan panggilan," imbuhnya.

Adapun jadwal sidang selanjutnya terkait gugatan class action terhadap Facebook itu akan digelar kembali pada akhir November. Sebab, sesuai aturan sidang bisa digelar lagi 3 setelah surat pemanggilan dilayangkan.



"Karena pemanggilan melalui Kemlu, sampai sekarang tidak ada (jawaban). Karena ini di luar negeri, pemanggilan harus 3 bulan (sebelumnya)," terang Martin.

"Kalau setelah 3 bulan (para tergugat) tak datang sidang, kita lanjutkan dengan kehadiran pihak yang ada. Tanggal 27 November sidang berikutnya," sambungnya.

Ketidakhadiran pihak Facebook dalam sidang hari ini dipersoalkan para pihak penggugat. Sebab, menurut para penggugat kehadiran pihak Facebook merupakan bukti kepatuhan terhadap hukum Indonesia.

"Kami menyayangkan pihak Facebook tidak hadir karena pemanggilan sudah dilayangkan secara resmi beberapa bulan sembelumnya. Saya pikir ini suatu ujian bagi kita juga. Apakah itu Facebook, apakah itu Facebook Amerika, apa Facebook Indonesia menghargai upaya hukum dan pengadilan yang ada di Indonesia," kata Heru Sutadi dari Indonesia ICT Institute (IDICTI) selaku penggugat, usai sidang.



Tonton juga video: 'Apa Tujuan Facebook Akuisisi Perusahaan AI?'

[Gambas:Video 20detik]


(zak/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed