DetikNews
Selasa 21 Agustus 2018, 09:28 WIB

Dewan Pembina Jelaskan Alasan Masjid Al-Azhar Idul Adha Hari Ini

Indra Komara - detikNews
Dewan Pembina Jelaskan Alasan Masjid Al-Azhar Idul Adha Hari Ini Foto: Indra Komara/detikcom
Jakarta - Ketua Dewan Pembina Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar, Jimly Asshiddiqie, menjelaskan alasan Masjid Al-Azhar menggelar salat Idul Adha hari ini. Dia mengatakan ini pertama kalinya Masjid Al-Azhar berbeda dengan pemerintah dalam pelaksanaan Idul Adha.

 Ketua Dewan Pembina Yayasan Pesantren Islam Al Azhar, Jimly Asshiddiqie, menjelaskan alasan Masjid Al Azhar menggelar salat Idul Adha hari ini. Ketua Dewan Pembina Yayasan Pesantren Islam Al Azhar, Jimly Asshiddiqie, menjelaskan alasan Masjid Al-Azhar menggelar salat Idul Adha hari ini. (Indra Komara/detikcom)

"Ya jadi alhamdulillah, kami sudah selesai melaksanakan salat sunah Idul Adha di Al-Azhar dan meskipun pemerintah dan ormas terbesar kami Muhammadiyah, NU tetap menyelenggarakan besok sesuai dengan kalender yang sudah dicetak. Kami saling hormati itu masing-masing ada landasan ijtihadnya sendiri-sendiri," kata Jimly seusai salat id di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan, Selasa (21/8/2018).


"Tapi Al-Azhar dari dulu selalu sama dengan apa yang diputuskan oleh ulil amri oleh pemerintah. Tapi tahun ini beda, mengapa beda? Karena ujurannya adalah haji itu Arafah, Arafah itu sudah kemarin wukufnya, nah kalau dulu ada ijtihad para ulama, makin luas jumlah orang Islam wilayah kaum muslimin, maka boleh kata Rasulullah mempertimbangkan matla' (zona) yang membuat penentuan kalender itu beda-beda antarwilayah, tapi itu boleh, bukan harus," sambungnya.


Jimly menjelaskan matla' diperlukan karena jarak di mana belum ada teknologi. Tapi, menurutnya, penentuan Idul Adha juga bisa dipersatukan dengan kesepakatan.

"Jadi biasanya di Indonesia ini ada lima hari perbedaannya itu, nah ini bisa dipersatukan kalau kami sepakat dengan kiblat yang sama. Metode hisab, metode rukyat tetap dipakai. Tapi, karena sudah ada GPS itu cukup kami tentukan ukurannya di Mekah. Nah kalau di Mekah itu sudah, ya tentu kami hari ini karena kan bedanya hanya 4 jam saja," tuturnya.


Meski berbeda dengan pemerintah, dia mengimbau masyarakat saling menghormati. Menurutnya, meski ada perbedaan, penetapan Idul Adha tetap diputuskan secara Islami.

"Nah jadi Al-Azhar dari dulu begitu cara pandangnya tentang kalender Islam. Maka kita berkeyakinan yang hari ini lebih tepat. Walau pun kami harus menghormati keyakinan kaum muslimin yang berbeda pandangan tetap akan salat besok," katanya.

Salat id di Masjid Al-Azhar juga diikuti Ustaz Felix Siauw. Dia juga ikut merayakan Idul Adha hari ini mengacu pada wukuf di Mekah, yang jatuh Senin, 20 Agustus 2018.

"Saya ambil bahwa penentuan awal dan akhir khusus untuk Zulhijah yang lebih kuat adalah syarif Mekah karena di sana terjadi wukuf. Tapi kalau ada teman-teman yang melaksanakan pada esok hari itu pun ada pendapat Islami akhirnya tidak perlu dipermasalahkan karena itu masih pendapat Islami. Saya pikir persatuan memang ada perbedaan, walau berbeda kita bisa bersatu," jelas Felix.

 Salat Id di Masjid Al-Azhar juga diikuti oleh Ustaz Felix Siauw. Salat id di Masjid Al-Azhar juga diikuti Ustaz Felix Siauw. (Indra Komara/detikcom)

Sementara itu, dalam ceramah di Masjid Al-Azhar, KH Mahfudh Makmum selaku khatib menceritakan sejarah Idul Adha.

"Setelah Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah SWT agar menyembelih putranya melalui mimpinya, beliau pun tunduk pasrah lahir dan batin," kata Mahfudh dalam ceramahnya.



Tonton juga video: 'Masjid Al-Azhar Salat Id dan Potong Hewan Kurban Pagi Ini'

[Gambas:Video 20detik]


(idn/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed