Presiden SBY akan Bangun Graha Kepala Negara
Minggu, 07 Agu 2005 15:20 WIB
Jakarta - Sejak menjadi Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah banyak melontarkan ide tentang penghormatan terhadap kepala negara. Kali ini, SBY melontarkan ide pembuatan Graha Kepala Negara sebagai catatan sejarah akan prestasi dan pencapaian di setiap era pemerintahan. "Ini penting sekali agar tidak ada keterputusan dalam sejarah di negara kita," kata Presiden dalam pidato sambutan Pembubaran Panitia Nasional Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika dan Peringatan 50 tahun Asia Afrika di Wisma Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (7/8/2005). Hingga saat ini, Indonesia masih belum memiliki semacam hall of fame yang mencatat prestasi dan kemajuan dari para tokoh bangsa dan pahlawan nasional lainnya. Padahal, di setiap era pemerintahan, ada banyak hal yang sebenarnya telah dicapai Bangsa Indonesia. Presiden mencontohkan pencapaian diplomasi dan politik luar negeri untuk mengukuhkan eksistensi bangsa yang dirintis Presiden Soekarno. Kemudian gerak pembangunan di berbagai daerah di masa pemerintahan Soeharto, dan seterusnya. "Kalau dibuat dengan baik, akan ada kebanggaan terhadap para pemimpin terdahulu," kata dia. KTT Asia Afrika Sukses Khusus mengenai penyelenggaraan KTT Asia Afrika 23-24 April 2005, menurut Presiden, telah berjalan dengan sangat baik. Deklarasi yang dicapai bukan hanya terdengar di negara-negara anggota KTT Asia Afrika, tapi juga negara-negara lainnya, termasuk negara anggota G-8.Ini terbukti dari pengakuan yang diterima oleh SBY dari para pemimpin negara saat dirinya melakukan kunjungan kenegaraan. Sekjen PBB Kofi Annan secara pribadi menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan secara langsung kepada SBY atas suksesnya penyelenggaran KTT Asia Afrika. "Sekitar 1 minggu setelah KTT, beliau menyampaikan penghargaannya. Karena ini masuk dalam wilayah diplomasi, saya bisa bedakan mana yang benar-benar tulus dan mana yang basa-basi," kata dia.
(asy/)











































