DetikNews
Senin 20 Agustus 2018, 23:21 WIB

MUI: Jika Ada yang Halal, Vaksin MR dari India Tak Boleh Dipakai

Mochamad Zhacky - detikNews
MUI: Jika Ada yang Halal, Vaksin MR dari India Tak Boleh Dipakai MUI mengeluarkan fatwa soal penggunaan vaksin MR. (Mochamad Zhacky Kusumo/detikcom)
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa yang mengizinkan penggunaan vaksin imunisasi campak (measles) dan rubella (MR) dari Serum Institute of India (SII). Vaksin MR buatan SSI itu boleh digunakan karena belum ditemukan vaksin MR yang halal.

"Penggunaan vaksin MR produk dari SII pada saat ini dibolehkan (mubah) karena ada kondisi keterpaksaan (dlarurat syar'iyyah). Belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci," kata Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF saat jumpa pers di kantornya, Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/8/2018).


Menurut Hasanuddin, bila nantinya ditemukan vaksin MR halal, vaksin MR dari SII tak boleh digunakan lagi. Karena hal itu, MUI meminta pihak pemerintah menjamin ketersediaan vaksin MR yang halal.

"Kebolehan penggunaan vaksin MR tidak berlaku jika ditemukan adanya vaksin yang halal dan suci," terang Hasanuddin.


"Pemerintah wajib menjamin ketersediaan vaksin halal untuk kepentingan imunisasi bagi masyarakat. Produsen vaksin wajib mengupayakan produksi vaksin yang halal dan mensertifikasi halal produk vaksin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," sambungnya.

Fatwa MUI tentang izin penggunaan vaksin MR dari India tersebut tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018.
(zak/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed