Ribuan Kader PKS Bawa Keranda Mayat ke Bundaran HI

Ribuan Kader PKS Bawa Keranda Mayat ke Bundaran HI

- detikNews
Minggu, 07 Agu 2005 14:28 WIB
Jakarta - Perlawanan terus dilakukan massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terhadap putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Barat yang menganulir kemenangan Nur Mahmudi Ismail dalam Pilkada Depok. Ribuan kader PKS melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran HI. Mereka membawa keranda mayat dan bendera kuning. Massa PKS berdatangan ke Bundaran HI, Jakarta, sekitar pukul 13.30 WIB, Minggu (7/8/2005). Hingga pukul 14.00 WIB, massa PKS terus berdatangan ke tempat itu. Kini, jumlahnya ditaksir mencai 2.000 orang. Massa terdiri dari kaum lelaki dan hawa. Kaum hawa mengenakan jilbab. Banyak di antara mereka yang membawa serta anaknya dalam aksi ini. Kini, orasi tengah digelar. Aksi ini mereka gelar sebagai sikap protes dan penolakan terhadap putusan PT Jawa Barat yang memenangkan calon dari Partai Golkar, Badrul Kamal, pesaing kuat Nur Mahmudi. Mereka menolak putusan pengadilan itu, karena pengadilan hanya mendasarkan pada asumsi, membuat keputusan sepihak, dan melakukan pergantian hakim. Alasan penolakan ini tertulis jelas di dua baliho yang dipasangkan di depan Hotel Indonesia. Dua baliho itu berukuran 3x7 meter, sehingga jelas sangat terbaca oleh pengendara kendaraan yang melewati bundaran HI. Salah seorang orator menyatakan, Nur Mahmudi dikalahkan pengadilan, berarti demokrasi yang telah berjalan dengan baik di Depok dimatikan oleh penguasa. Padahal, sebelumnya KPUD Depok telah memenangkan Nur Mahmudi. Dalam aksinya, massa membawa keranda mayat yang dilapisi kain berwarna hitam. Keranda ini sebagai simbol matinya keadilan di Depok. Ada juga karangan bunga bertuliskan 'Turut Berduka Cita' atas kematian demokrasi di Depok. Sementara ibu-ibu dan anak-anak membawa bendera kuning, sebagai simbol kematian demokrasi di Depok yang dimatikan oleh PT Jawa Barat.Akibat banyak massa di bundaran HI, lalu lintas di Jl. Sudirman dan Thamrin agak tersendat. Namun, lalu lintas kendaraan di jalan protokol ini tidak terlalu padat, karena hari ini hari libur. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads