DetikNews
Senin 20 Agustus 2018, 22:10 WIB

Sandiaga: Pil KB Kalau Lupa Jadi, Pilpres Kalau Jadi Lupa

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Sandiaga: Pil KB Kalau Lupa Jadi, Pilpres Kalau Jadi Lupa Bakal cawapres 2019 Sandiaga Uno dalam acara KOPI Demokrasi. (Marlinda Oktavia Erwanti/detikcom)
Jakarta - Bakal cawapres 2019 Sandiaga Salahuddin Uno menyebut adanya degradasi partisipasi pemilih pada pemilihan umum di Indonesia. Hal itu menandakan semakin sedikitnya masyarakat yang tidak percaya pada proses demokrasi.

"Politik kita mengalami degradasi. Tahun 1995 partisipasi pemilu kita hampir 92 persen. Tahun lalu terakhir kali kita pemilu, kita angkanya di bawah 70 persen. Berarti semakin sedikit yang percaya dengan demokrasi kita," kata Sandiaga di diskusi KOPI Demokrasi 'Anak Muda, Demokrasi, dan Ekonomi', di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (20/8/2018).


Sandiaga mengatakan seringnya pemimpin yang terpilih lupa akan janji kampanyenya menjadi penyebab ketidakpercayaan pada proses demokrasi Indonesia. Harapan masyarakat pada calon yang kemudian terpilih jauh dari kenyataan yang ada.

"Tahu nggak bedanya pil KB sama pilpres? Pil KB kalau lupa, jadi. Pilpres, kalau jadi, lupa. Pilkada juga begitu. Akhirnya dampaknya pada demokrasi begitu. Akhirnya kenyataan nggak sesuai dengan harapan. Begitu selesai (kampanye), ya sudah," ujarnya.

Sandiaga kemudian menyinggung saat dirinya dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenangi Pilgub DKI pada 2017. Ia dan Anies selalu mengingat apa yang menjadi janji kampanyenya.

"Kita ingatkan apa yang jadi janji kita. Lapangan pekerjaan, OK OCE. Kita ingin bahwa 50 ribu peserta OK OCE ini bisa jadi pengusaha sukses. Sekarang kita akan angkat platform OK OCE ke nasional," kata Sandiaga.


Lebih lanjut Sandiaga mengungkapkan, ia berharap pada Pilpres 2019 angka partisipasi pemilih dapat meningkat, terutama partisipasi dari generasi milenial. Sebab, satu dari tiga pemilih merupakan generasi milenial.

"Saya khawatir angka partisipasi di bawah 69 persen lagi. Karena indikasinya ada diskoneksi antara harapan dan kenyataan. Ini yang perlu kita pastikan jangan sampai begitu," ujarnya.

Untuk itu, pada kontestasi pilpres ini, cawapres Prabowo Subianto ini mengaku akan berusaha menggaet para pemilih milenial. Ia pun telah menyiapkan berbagai cara untuk dihadirkan kepada generasi milenial.

Pertama, menghadirkan gerakan yang otentik dan cocok bagi kelompok milenial. Kedua, menghadirkan program dan gerakan yang relevan dengan generasi milenial.


"Terakhir, saya ingin sampaikan bahwa untuk menjadikan hal yang viral, harus betul-betul yang seru. Karena milenial nggak suka yang stagnan saja," kata Sandiaga.

"Kayak di Pilgub DKI, yang tenar adalah OK OCE. Di 2019 kita juga ingin yang terkenal adalah partai emak-emak. Ini sebuah inovasi, nempel," lanjutnya.
(mae/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed