DetikNews
2018/08/20 20:53:49 WIB

Aransemen Lagu Indonesia Raya Jadi Kontroversi, Bolehkah?

Indah Mutiara Kami - detikNews
Halaman 1 dari 2
Aransemen Lagu Indonesia Raya Jadi Kontroversi, Bolehkah? Bendera Merah-Putih (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Aransemen lagu 'Indonesia Raya' oleh seorang produser musik bernama Awwalur Rizqi Al-firori menjadi kontroversi di media sosial. Bolehkah lagu Indonesia Raya digubah?

Awwalur Rizqi Al-firori atau dikenal dengan nama Alffy Rev di media sosial mengaransemen Indonesia Raya yang dinyanyikan oleh Misellia Ikwan. Video itu diunggah di YouTube dan Instagram pada 17 Agustus 2018.

Dalam video, terlihat lagu Indonesia Raya dinyanyikan di pinggir pantai. Di beberapa bagian, ada musik yang diaransemen dengan alat musik tradisional maupun modern.



Sejak diunggah hingga hari ini, Senin (20/8/2018), video ini dibanjiri komentar, baik di YouTube maupun Instagram. Ada yang mengingatkan bahwa lagu Indonesia Raya seharusnya tidak boleh digubah, ada juga yang membela karena aransemen buatan Alffy Rev tidak menurunkan martabat lagu tersebut.



Bagaimana sebenarnya aturannya?

Penggunaan lagu Indonesia Raya diatur dalam UU 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Aturan khusus soal penggunaan lagu Indonesia Raya ada di Pasal 59. Berikut bunyinya:

Pasal 59
(1) Lagu Kebangsaan wajib diperdengarkan dan/atau dinyanyikan:
a. untuk menghormati Presiden dan/atau Wakil Presiden;
b. untuk menghormati Bendera Negara pada waktu pengibaran atau penurunan Bendera Negara yang
diadakan dalam upacara;
c. dalam acara resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah;
d. dalam acara pembukaan sidang paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan
Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Dewan Perwakilan Daerah;
e. untuk menghormati kepala negara atau kepala pemerintahan negara sahabat dalam kunjungan
resmi;
f. dalam acara atau kegiatan olahraga internasional; dan
g. dalam acara ataupun kompetisi ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni internasional yang diselenggarakan di Indonesia.

(2) Lagu Kebangsaan dapat diperdengarkan dan/atau dinyanyikan:
a. sebagai pernyataan rasa kebangsaan;
b. dalam rangkaian program pendidikan dan pengajaran;
c. dalam acara resmi lainnya yang diselenggarakan oleh organisasi, partai politik, dan kelompok
masyarakat lain; dan/atau
d. dalam acara ataupun kompetisi ilmu pengetahuan, teknologi dan seni internasional.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed