DetikNews
Senin 20 Agustus 2018, 20:30 WIB

Geger Skandal Seks Atlet Jepang dengan PSK di Jakarta

Rita Uli Hutapea, Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Geger Skandal Seks Atlet Jepang dengan PSK di Jakarta Tim basket Jepang (Anthony Wallace/AFP Photo)
FOKUS BERITA: Skandal Atlet Jepang
Jakarta - Penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta diwarnai skandal seks atlet basket Jepang dengan PSK. Empat atlet itu akhirnya dipulangkan ke negaranya.

Seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (20/8/2018), keempat atlet bernama Takuya Hashimoto, Keita Imamura, Yuya Nagayoshi, dan Takuma Sato tersebut meninggalkan kampung atlet seusai pertandingan mereka melawan Qatar pada Kamis (16/8) untuk pergi ke sebuah restoran.

Di resto tersebut, mereka bertemu seorang warga lokal berbahasa Jepang, yang memberitahukan mengenai sebuah bar tempat mereka bisa bertemu dengan para PSK. Seperti dilansir media Kyodo News, lokasinya disebut di Blok M.



"Komite Olimpiade Nasional Jepang memutuskan mencabut akreditasi mereka dan mengirimkan mereka pulang ke Jepang pagi tadi," ujar kepala kontingen Jepang, Yasuhiro Yamashita.

Yamashita mengatakan keempat atlet yang masih mengenakan seragam tim tersebut berada di bar selama dua jam sebelum menuju sebuah hotel di dekat bar tersebut bersama empat pekerja seks. Mereka menginap di hotel itu hingga Jumat (17/8) pagi.

"Tindakan ini melanggar kode etik tim nasional... dan itu mengkhianati harapan warga Jepang," tutur Yamashita seperti dikutip Kyodo News. "Sebagai kepala delegasi, saya sangat menyesalkan dan saya sangat meminta maaf dari lubuk hati saya," tuturnya.


Skandal seks atlet Jepang ini membuat kinerja Pemprov DKI disorot. Ketua Fraksi PDIP DKI Gembong Warsono mengkritik Gubernur DKI Anies Baswedan. Dia menyebut Gubernur DKI Anies Baswedan tidak bekerja dengan baik. Dia menyebut kebijakan mengawasi prostitusi di Jakarta disebut hanya sebagai retorika.

"Artinya, retorikanya Pak Anies itu kan dalam implementasi di lapangan kan kayak bumi sama langit. Ini menjadikan Jakarta sebagai kota bersyariah, tapi faktanya masih seperti itu," jelas Gembong.


Disparbud DKI berjanji akan memperketat pengawasan. Sementara itu, Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan Jakarta adalah kota metropolitan, tempat setiap orang bisa menemukan apa yang dicari.

"Jadi semuanya kembali kepada orangnya, apa yang dicari itu yang akan didapat. Jadi saya menganjurkan kepada para atlet yang datang ke Asian Games, bersiaplah untuk olahraga, jangan untuk yang lain," ucap Anies.
(imk/van)
FOKUS BERITA: Skandal Atlet Jepang
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed