Tolak STNK Distop, Penggemar Mobil Kuno akan Surati SBY
Minggu, 07 Agu 2005 10:56 WIB
Jakarta -
Penggemar mobil kuno menolak rencana pemerintah yang tidak akan memperpanjang STNK mobil-mobil berusia tua (baca: kuno) sebagai upaya penghematan BBM. Para penggemar mobil kuno jelas memprotesnya. Selain melakukan konvoi sebagai sikap protes, mereka juga akan menyurati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Rencana ini disampaikan salah seorang penggemar kuno yang tergabung dalam Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI), Roy Suryo, di sela-sela konvoi mobil kuno di Lapangan Parkir Monas, Jakarta Pusat, Minggu (7/8/2005). "Rencananya, surat kepada SBY akan kita kirimkan besok," kata Roy. Dalam suratnya nanti, PPMKI akan meminta pemerintah tetap memperbolehkan perpanjangan STNK mobil-mobil kuno. Menurut Roy, rencana pemerintah yang tidak akan memperpanjang STNK mobil kuno sebagai tindakan yang salah. "Jangan sampai mobil kuno dijadikan kambing hitam sebagai pemborosan BBM," tegas dia. Sebab, kata dia, pemilik mobil kuno sangat jarang menggunakan mobilnya itu. "Paling-paling hanya digunakan satu minggu sekali, bahkan sebulan sekali. Tapi, kita tetap taat membayar pajak," ujar dia. Roy menyatakan, nantinya bisa saja mobil-mobil kuno tersebut diberi STNK khusus, sehingga para pemilik mobil kuno bisa menggunakan mobilnya saat weekend dan liburan. Roy juga menegaskan kesan bahwa mobil kuno itu boros juga salah kaprah. Dia mencontohkan penggunaan BBM mobil Morris, mobil kuno yang dikenal sebagai mobil Mr Bean itu. "BBM mobil Morris ini perbandingannya 1:15 bahkan bisa 1:17. Ini jauh lebih irit dibandingkan mobil-mobil moderen," kata pria yang kini jadi pengurus DPP Partai Demokrat ini.
(asy/)










































