DetikNews
Senin 20 Agustus 2018, 17:49 WIB

Menteri Kabinet Kerja Jadi Timses Jokowi, Istana: Mereka Tak Orasi

Ray Jordan - detikNews
Menteri Kabinet Kerja Jadi Timses Jokowi, Istana: Mereka Tak Orasi Foto: Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (Rengga Sancaya-detikcom)
Jakarta - Beberapa menteri Kabinet Kerja masuk dalam Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menegaskan masuknya para menteri itu tidak akan mengganggu kinerja pemerintahan.

"Yang jelas pasti pemerintahan tidak akan terganggu, karena sebagai Presiden incumbent, beliau (Jokowi) menitikberatkan pada kerja yang sudah dilakukan selama ini. Sehingga dengan demikian beliau akan ambil posisi pada kerja seperti biasa, kecuali ya memang debat-debat dan sebagainya," kata Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/8/2018).


Pramono mengatakan gaya kampanye yang akan dilakukan Jokowi juga berbeda dari sebelumnya. Jokowi tetap akan menitikberatkan perhatian pada kerjanya sebagai Presiden RI.

"Jadi kalau untuk kampanye seperti dulu rasanya sudah nggak zamannya lagi. Pertama, menguras tenaga terlalu berlebihan sehingga beliau akan concern untuk tetap bekerja memprioritaskan apa yang menjadi target dan rencana dari Presiden," katanya.

Pramono menjelaskan masuknya para menteri itu di Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin sudah dikomunikasikan antar kedua belah pihak. Dikatakan Pramono, para menteri itu kerjanya nanti lebih sebagai pengarah.

"Pengarah itu kan mengarahkan tidak seperti yang di bawahnya ya direktur, tim teknis, dan sebagainya, sehingga konsentrasi di kementeriannya tidak akan terganggu. Seperti yang saya sampaikan tadi, Presiden akan lebih fokus pada bekerja, jadi walaupun setelah tanggal 22 September ditetapkan dan masuk masa kampanye, Presiden akan bekerja seperti biasa," katanya.


Ditegaskan Pramono, para menteri itu juga nantinya tidak akan turun ke lapangan dan berorasi mengkampanyekan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Enggak ada, enggak ada orasi-orasian, menteri kerja aja," katanya.

"Ya karena memang itu yang jadi hal utama dari Presiden. Beliau akan mengutamakan kerja karena beliau merasa waktu 5 tahun nggak banyak, sehingga satu tahun terakhir difokuskan bekerja," tambah politikus PDIP ini.
(jor/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed