DetikNews
Senin 20 Agustus 2018, 17:47 WIB

Mahfud Md Bicara Pemimpin Jahat, PPP: Rekam Jejak Jokowi Jelas

Tsarina Maharani - detikNews
Mahfud Md Bicara Pemimpin Jahat, PPP: Rekam Jejak Jokowi Jelas Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Foto: Dok. pribadi)
Jakarta - Anggota Dewan Pengarah BPIP Mahfud Md mengimbau masyarakat menggunakan hak pilih di Pilpres 2019 agar orang jahat tak jadi pemimpin. PPP memamerkan rekam jejak capres petahana Joko Widodo (Jokowi) selama memimpin.

"Kalau Jokowi sudah jelas rekam jejaknya dengan beragam prestasi selama empat tahun memimpin," kata Wasekjen PPP Achmad Baidowi kepada wartawan, Senin (20/8/2018).

Baidowi atau Awiek juga menyebut cawapres KH Ma'ruf Amin sebagai sosok panutan. Awiek mengatakan Ma'ruf ialah figur yang menguasai ekonomi.

"Begitu pun KH Ma'ruf, merupakan sosok panutan yang juga menguasai ekonomi syariah dan menjadi figur sentral yang bisa mengayomi," ujarnya.

Soal imbauan untuk tak golput, Awiek menyatakan PPP sepakat dengan Mahfud. Ia mengatakan golput bukan sebuah pilihan bijak dalam demokrasi.

"Golput itu bukan pilihan bijak, meskipun tidak haram dalam alam demokrasi. Keaktifan warga dalam pemilu untuk memastikan mereka tidak salah pilih pemimpin maupun caleg. Kontestan pilpres maupun pileg saat ini merupakan orang pilihan, minimal telah terseleksi melalui parpol masing-masing. Persoalan ada yang belum sesuai ekspektasi, tapi bukan berarti tidak layak," sebut Awiek.


Anggota DPR itu yakin Pilpres 2019 diikuti putra terbaik bangsa. Awiek meminta masyarakat memilih sesuai dengan hati tanpa melupakan rekam jejak calon yang dipilih.

"Terkait dengan pilpres, dua bakal paslon ini sama-sama merupakan di antara putra terbaik bangsa. Tentu saja warga memiliki alasan dan bebas menentukan pilihan sesuai hati nuraninya dan tentu saja yang terpenting adalah melihat rekam jejak calon," tuturnya.


Pernyataan Mahfud soal calon pemimpin jahat diutarakan dalam pembekalan bacaleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Mahfud meminta tak ada yang tak menggunakan suara di pilpres agar orang jahat tak terpilih.

"Kita memilih ini bukan untuk memilih yang bagus betul, tapi menghindari orang jahat untuk pimpin negara," kata Mahfud.
(tsa/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed