DetikNews
Senin 20 Agustus 2018, 06:37 WIB

Stuntman Jokowi di Asian Games: Disorot Oposisi, Dibela Koalisi

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Stuntman Jokowi di Asian Games: Disorot Oposisi, Dibela Koalisi Foto: dok. Xinhua News
Jakarta - Pemeran pengganti (stuntman) Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai pengendara motor gede (moge) saat video pembukaan Asian Games 2018 disorot partai politik oposisi. Elite PD Ferdinand Hutahaean menyayangkan aksi tersebut karena membuyarkan atraksi memukau lainnya dalam pembukaan Asian Games.

"Informasi yang kami dapat, pemeran pengganti dibayar dan disewa dari Thailand. Bahkan sudah beberapa kali menjuarai atraksi-atraksi motor seperti ini," ujar Ferdinand saat dihubungi, Minggu (19/8/2018).

Ferdinand mencermati betul scene demi scene aksi Jokowi menunggangi moge dalam video. Terlihat ada perbedaan mencolok antara Jokowi dan stuntman saat mengendarai moge. Ferdinand lalu mendesak Presiden Jokowi untuk buka-bukaan soal aksi pemeran pengganti tersebut.

"Beliau ini untuk mengambil dan menarik kaum milenial yang cukup besar pemilihnya (saat Pemilu 2019). Pak Jokowi kami minta jujur ke publik untuk menjelaskan karena di media sosial ini terpecah," cetusnya.


Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Roy Suryo menganggap wajar apabila beberapa aksi Presiden Jokowi memakai stuntman dalam pembukaan Asian Games 2018. Namun Roy meminta ada etika yang ditampilkan dalam adegan itu.

"Meski semalam saya tahu itu hanya bersifat 'entertainment' saja, namun sebaiknya etika dalam penayangan di televisi dilakukan, apalagi ini melibatkan sosok orang pertama (Presiden) di republik ini," ujar Roy Suryo dalam akun Twitter-nya, Minggu (19/8).


Etika yang dimaksud Roy karena tidak tertulis bahwa beberapa adegan Jokowi menaiki moge dilakukan oleh profesional atau stuntman. Dengan penjelasan demikian, Roy berharap masyarakat mendapat penjelasan utuh.

"Sebagaimana dalam tayangan-tayangan beretika untuk masyarakat, karena kabarnya sebagian aksi tersebut dilakukan tidak oleh sosok yang bersangkutan, maka sebaiknya ditulis 'TAYANGAN INI DILAKUKAN OLEH PROFESIONAL', sehingga publik dicerdaskan dan diberikan penjelasan yang jujur," kata Roy.


Waketum Gerindra Fadli Zon juga ikut menyoroti stuntman Jokowi saat mengendarai moge di video pembukaan Asian Games. Fadli lalu membandingkannya dengan aksi bocah asal NTT bernama Yohanes Ande Kala (13) alias Joni lebih heroik.

"Aksi panjat tiang bendera anak SMP Joni Kala jauh lebih heroik ketimbang aksi stuntman akrobat motor-motoran kemarin," kata Fadli dalam akun Twitter-nya (fadlizon), Minggu (19/8).

Aksi stuntman Jokowi tersebut pun mendapat pembelaan dari partai koalisi. PDIP meminta urusan itu tidak usah disoal.

"Soal penggunaan 'stuntman' dalam adegan video yang dipertunjukan menjelang kedatangan Jokowi ke Senayan, saya kira tidak perlu dipersoalkan, apalagi diperdebatkan. Namanya pertunjukan untuk tontonan. Bintang film saja untuk adegan-adegan tertentu yang berisiko tinggi menggunakan 'stuntman', apalagi presiden. Kalau iri hati dengan Jokowi dikira-kira dong, biar nggak kebablasan yang nggak perlu-perlu," ujar Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira melalui pesan singkat, Minggu (19/8).

Andreas memuji Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi yang menyelenggarakan Asian Games sejak kali pertama di tahun 1962. Ia menilai aneh jika ada pihak yang tidak menyukai penyelenggaraan Asian Games, khususnya saat opening ceremony.

"Opening ceremony yang megah menjadi kebanggaan Indonesia dan apresiasi dunia. Mau suka atau tidak suka, ini poin plus untuk Jokowi bersama seluruh bangsa Indonesia. Kalau ada orang Indonesia yang tidak suka, saya kira ini orang aneh," tutur Andreas.


Sorotan elite PD Ferdinand Hutahaean terhadap stuntman Jokowi juga dianggap NasDem tidak lah penting. Aksi tersebut dinilai bagian yang sangat kecil dan bagian dari atraksi.

"Itu bagian yang sangat kecil dan bagian dari atraksi, tapi memberikan warna pada acara itu. Jadi isunya bukan stuntman, isunya mau nggak kita menjaga kehormatan bangsa sendiri dengan menjadi tuan rumah yang baik, termasuk kemeriahannya. Yang dikomentari itu sangat ecek-ecek saja," kata Sekjen NasDem Johnny G Plate saat dihubungi, Minggu (19/8).

Johnny menegaskan, Koalisi Indonesia Kerja yang mendukung Jokowi mendukung penyelenggaraan Asian Games. Ia menyayangkan jika ada komentar miring yang bermunculan dari lawan politik Jokowi.

"Koalisi Pak Joko Widodo mendukung seluruh bangsanya untuk terhormat di hadapan bangsa lain melalui event olahraga. Kalau komentar yang sebelah begitu, ya yang sebelah hanya nyinyir pada bangsanya saja," terang Johnny.

PPP pun meminta Ferdinand tidak perlu mengurusi aksi stuntman tersebut. "PD tidak perlu sibuk menganalisis soal Pak Jokowi naik moge saat pembukaan Asian Games 2018 tadi malam dan menuntut kejujuran segala. Nanti kalau nyinyir soal kejujuran, malah masyarakat jadi ingat dan justru mempertanyakan kembali kejujuran PD ketika secara masif dulu beriklan 'katakan tidak korupsi' tapi kader-kader utamanya justru dihukum kasus-kasus korupsi," kata Sekjen PPP Arsul Sani melalui pesan singkat, Minggu (19/8).


Hanura juga mengkritik balik Ferdinand yang mengomentari aksi Presiden Jokowi mengendarai moge dan memakai stuntman. Menurut Hanura, Paspampres tidak mungkin membiarkan kepala negara melakukan aksi-aksi berbahaya.

"Mana mungkin Paspampres membiarkan Presiden melakukan adegan yang berbahaya? Tanpa harus dijelaskan, seharusnya si Ferdinand tahu bahwa adegan berbahaya tersebut menggunakan pemeran pengganti. Gitu saja kok keblinger sih?" ujar Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir melalui pesan singkat.



Tonton juga video: 'Inikah Pria yang Jadi Stuntman Jokowi di Pembukaan Asian Games 2018?'

[Gambas:Video 20detik]


(nvl/aud)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed