Novia, Siswi SD yang Coba Bunuh Diri Itu Masih Koma

Novia, Siswi SD yang Coba Bunuh Diri Itu Masih Koma

- detikNews
Sabtu, 06 Agu 2005 14:14 WIB
Yogyakarta - Novia Anggi Fatona Bakti (9) yang pernah mencoba bunuh diri, masih koma. Siswi SDN Pedes II Argomulyo Sedayu Bantul, Yogyakarta ini masih dirawat di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSU Dr Sardjito Yogyakarta."Belum tahu sampai kapan cucu saya akan seperti ini. Sekarang sudah satu bulan lebih, kami berharap cepat sadar dan segera pulih kesehatannya," kata nenek Novia, Ny Harjo Pawiro (63) di RSU Dr Sardjito di Jl Kesehatan, Yogyakarta, Sabtu (6/8/2005).Untuk bernapas, Novia masih dibantu dengan selang oksigen. Sedangkan ditangan kirinya juga masih terpasang selang infus. Meski kondisinya masih koma, belum sadarkan diri, detak jantungnya terus berdetak menandakan Novia masih hidup. Tubuh siswi SD kelas IV ini masih dibalut selimut berwarna coklat muda.Sesekali kedua tangan dan jari tangannya bergerak perlahan ke kanan atau ke kiri di sekitar tempat tidur. Beberapa orang perawat setiap jam terus memantau kesehatan Novia. Para perawat pun terus mencatat setiap perkembangan melalui monitor yang ada dikanan dan kiri pasien. Sedangkan tim dokter yang menangani adalah Prof, Dr Purnomo Suryantoro SpAk dan Dr Untung Wibowo SpAN.Pihak Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Sardjito telah memberikan keringanan biaya bagi Novia, bantuan sebagai tanda simpati dari berbagai pihak terus berdatangan. Beberapa bantuan itu sampai hari ini masih diterima oleh keluarga Novia. Karena harus dirawat di ruang PEDIC lantai III RSU Dr Sardjito. Tidak semua orang boleh masuk ke ruangan tersebut kecuali tim medis dan dokter yang mengawasinya. Sedangkan keluarganya masih menunggu di luar ruangan perawatanHarjo Pawiro mengaku hampir setiap hari dirinya menunggui cucunya selama dirawat. Sedangkan kedua orangtuanya, Sumirat dan Siti Juwariyah siang hari harus bekerja mencari nafkah dan baru sore hingga malam hari menengok kerumah sakit. Meski untuk perawatan sudah ditanggung dengan menggunakan kartu Askes Miskin, sampai sekarang bantuan dari masyarakat sebagai tanda simpati terus berdatangan. Seperti diberitakan, pada hari Jumat 5 Juli 2005 lalu, Novia disuruh ibunya, Ny Juwariyah, menyapu halaman rumah. Setelah lama menunggu, Novia belum menjalankan perintah ibunya. Ny Juwariyah marah-marah. Karena dimarahi ibunya, Novia kemudian masuk ke kamar dan mengunci pintu. Novia lama tak keluar kamar. Juwariyah kemudian mengetuk pintu. Saat itu, Novia tak menyahut teriakan dan ketukan pintu orangtuanya. Panik! Pintu kamar pun didobrak, ternyata gadis cilik ini sudah menggantung dengan seutas tali di salah satu tiang di kamarnya. Beberapa waktu sebelumnya, ibunya juga sempat marah ketika tahu Anggi tidak naik kelas.BantuanBantuan tersebut antara lain berasal dari Wakil Bupati Bantul, Sumarno RS, Ketua DPRD Bantul, Djoko Purnomo dan beberapa anggota dewan lainnya. "Kemarin sore dan hari ini juga ada dua orang yang memberikan bantuan tapi tak mau disebutkan namanya," ujar Harjo.Pada kesempatan terpisah, Kepala Divisi Pemasaran dan Informasi RSU Dr Sardjito, Trisno Heru Nugroho menambahkan, pihak manajemen rumah sakit membebaskan biaya perawatan dan pengobatan Novia.Berdasarkan surat keterangan yang diserahkan keluarga Novia, keluarganya memang termasuk tidak mampu dengan bukti surat pengesahan dari kecamatan. "Meskipun untuk Askes keluarga miskin seharusnya dirawat di kelas III tapikarena ini situasi khusus, korban mendapatkan fasilitas kelas II dan tetap gratis biayanya," ungkap Heru. (ism/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini