DetikNews
Sabtu 18 Agustus 2018, 16:03 WIB

Datang ke Jakarta, Joni Pakai Seragam Baru

Eva Safitri - detikNews
Datang ke Jakarta, Joni Pakai Seragam Baru Joni, siswa SMP pemanjat tiang bertemu dengan Menpora Imam Nahrawi. (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta - Yohanes Ande Kala, bocah yang memanjat tiang bendera saat upacara peringatan HUT RI, tiba di Jakarta. Ia mengenakan baju seragam SMP baru.

Bocah dengan sapaan akrab Joni itu terlihat mengenakan seragam SMP dengan berbalut selendang merah di leher. Joni mengatakan, ketika diminta datang ke Jakarta, dia dibelikan seragam sekolah baru oleh Kapolres Belu AKBP C Tobing. Namun dia tidak memakai dasi.

"Tidak bawa (dasi). Iya (baru), dibelikan Bapak Kapolres," ujarnya kepada detikcom di Kemenpora, Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta, Sabtu (18/8/2018).


Warna baju seragam yang dikenakan Joni memang sangat terlihat cerah, dari kemeja putih, celana biru, kaus kaki, hingga sepatu hitam yang dikenakan. "Iya (baru semua)," ucapnya.

Sedangkan sang ayah, Victorino Fahik Marshal, memakai pakaian adat sederhana. Ia memakai kemeja bercorak abu dan sarung khas Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan kain yang diikat di kepala.

Sedangkan ibunya, Lorensa Gama, memakai baju kebaya berwarna oranye. Keduanya memakai selendang yang sama dengan Joni.


Lalu, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memakaikan jaket Asian Games 2018 berwarna putih. Ia juga diajak berkeliling ruang kerja Imam. Lalu, sampai di ruang kerja, Joni pun dikasih kesempatan memakai sweater Menpora berwarna merah.

Joni mengungkapkan dirinya senang datang ke Jakarta. Dikatakannya, Jakarta berbeda dengan tempat kelahirannya, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT. Namun ia tidak menyebutkan secara rinci perbedaannya.

"Senang, iya sangat beda," ungkapnya.


Sebelumnya diberitakan, Karo Humas Pemprov NTT Samuel Pakereng mengatakan Joni memang berasal dari keluarga yang tidak mampu. Meski demikian, keluarganya dikenal punya nasionalisme tinggi. Ayah Joni merupakan pejuang integrasi dari Timor Leste. Setelah videonya viral, Joni pun mendapatkan banyak bantuan, salah satunya beasiswa.

"Memang anak ini kurang mampu, orang tuanya mantan pejuang integrasi dari Timor Leste. Karena kecintaan pada Tanah Air sehingga mereka memilih bergabung dengan Indonesia," ucap Samuel.
(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed