DetikNews
Sabtu 18 Agustus 2018, 14:05 WIB

Negative Campaign Obor Jokowi Mati, Elite PD: Ini Tahun Politik!

Elza Astari Retaduari - detikNews
Negative Campaign Obor Jokowi Mati, Elite PD: Ini Tahun Politik! Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum PD Ferdinand Hutahaean. (dok. pribadi)
Jakarta - Sekjen PSI Raja Juli Antoni menyoroti politisasi obor Asian Games yang mati saat dibawa Presiden Joko Widodo. Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean menilai negative campaign sah dilakukan pada tahun politik.

"Saya sendiri bingung harus bersikap menertawakan Raja Juli Antoni atau harus bersedih karena mendapati Sekjen PSI ini ternyata belum jadi politisi," ujar Ferdinand kepada detikcom, Sabtu (18/8/2018).

Ferdinand, yang partainya menjadi salah satu pendukung Prabowo Subianto, ikut memviralkan obor Jokowi itu. Dia mengaitkannya dengan pergantian presiden menjelang Pilpres 2019.


"Saya pikir dengan mengomentari tweet politik saya dengan komentar mempolitisasi, artinya memang Raja Juli belum paham politik itu apa. Tapi nggak apa-apa mungkin Raja Juli Antoni sedang memperdalam ilmu tentang politik," kata dia.

Ferdinand mengingatkan saat ini sudah memasuki tahun politik sehingga wajar terjadinya politisasi. Ia juga menilai Jokowi pun akan melakukan politisasi dengan posisinya sebagai petahana.

"Saat ini bangsa kita sudah memasuki tahun politik. Justru setelah masuk tahun politik, Jokowi-lah yang semakin banyak mempolitisasi setiap langkah tindak tanduknya demi kepentingan politik dan elektabilitas," ucap Ferdinand.

Negative Campaign Obor Jokowi Mati, Elite PD: Ini Tahun Politik!Foto: Sreenshot Twitter

Menurutnya, narasi negatif dalam berpolitik boleh dilakukan untuk menjatuhkan lawan. Itu disebut Ferdinand sebagai seni dalam politik.

"Raja Juli juga harus paham bahwa politik itu adalah seni mengangkat diri dan seni menjatuhkan lawan. Bahkan politik boleh dan sah menggunakan narasi negatif untuk menjatuhkan lawan. Yang tidak boleh itu menggunakan kampanye hitam alias fitnah," sebutnya.

Ferdinand mengakui menggunakan negative campaign dalam hal obor Jokowi yang mati. Dia tak merasa ada yang salah dalam tindakannya tersebut.

"Narasi politik saya seperti dalam tweet itu adalah masuk dalam narasi negative campaign, dan tidak salah. Jadi sebaiknya Raja Juli Antoni lebih banyak lagi belajar politik. Di tahun politik, bahkan semut berderet pun bisa jadi narasi kampanye," tutur Ferdinand.

Dia lalu balik menyerang kubu Jokowi. Menurut Ferdinand, Jokowi banyak melakukan gimik politik untuk memperoleh pencitraan positif.


"Sebaiknya Raja Juli ingatkan Jokowi agar tidak terlalu banyak bermain gimik. Harus dikurangi meski itu sah saja. Jokowi bahkan sering mempolitisasi apa pun demi elektabilitas," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, kubu Jokowi-Ma'ruf Amin menyesalkan politisasi matinya obor Asian Games yang dibawa Jokowi. Peristiwa tersebut banyak dijadikan meme dan diviralkan oleh kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di media sosial.

Salah satu yang ikut mempolitisasi obor mati tersebut adalah Ferdinand. Ia juga me-mention soal gempa Lombok, NTB. Pro-Jokowi menyayangkan hal tersebut.

"Soal obor yang dibesar-besarkan wujud nyata kegagapan kubu Prabowo terhadap kenyataan Jokowi sangat kuat secara politik," ujar Sekjen PSI Raja Juli Antoni.


Di Tangan Jokowi, Api Obor Asian Games Mati, Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


(elz/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed