DetikNews
Sabtu 18 Agustus 2018, 12:07 WIB

Sandiaga: Politik Itu Sejuk, Santun, Dibuat Fun Saja

Indra Komara - detikNews
Sandiaga: Politik Itu Sejuk, Santun, Dibuat Fun Saja Sandiaga Uno (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Bakal cawapres Sandiaga Uno bicara soal persatuan yang harus dijaga di tengah perbedaan pilihan politik. Politik, menurut Sandiaga, seharusnya membawa aura positif.

"Janganlah kita komentar negatif, rakyat nggak suka. Saya punya data, rakyat suka kita bersatu, dalam semua harmoni, berpelukan, semua tokoh nasional bersilaturahmi. Partai politik boleh berbeda, tapi kalau kita menghargai satu sama lain, politik itu sejuk, santun, politik saling memuliakan, kan enak dibuat fun saja," ujar Sandiaga saat menghadiri pertemuan mubalig Muhammadiyah di kantor PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (18/8/2018).

Bagi Sandiaga, politik seharusnya menjadi sarana hiburan. Politik, menurutnya, tidak boleh membawa rasa cemas.



"Politik yang bisa memenangkan hati dan pikiran rakyat, anak muda, milenial, emak-emak. Itu politik yang bisa mendapat apresiasi ke masa depan sehingga prosesnya juga disikapi dengan hati, sesuai dengan pilar dakwah Muhammadiyah yang membahagiakan," tutur dia.

Sandiaga juga menceritakan soal amanah yang dititipkan kepadanya sebagai bakal cawapres pada Pilpres 2019. Isu ekonomi, menurutnya, menjadi yang paling penting ditindaklanjuti.




"Saya sempat berpikir Ini amanah berat sekali. Banyak yang kami perjuangkan, ekonomi, masyarakat semakin sulit lapangan kerja. Harga-harga bahan pokok naik. Ini merupakan tugas bagi saya," sambungnya.

Sementara itu, kehadiran Sandiaga diapresiasi Ketua Majelis Tablig PP Muhammdiyah Fathurahman Kamal. Sandiaga diundang sebagai Ketua Badan Pengurus Harian Universitas Muhammadiyah Jakarta.

"Terima kasih Pak Sandi sudah datang. Ada pesan khusus buat Pak Sandi, sesungguhnya kerusakan rakyat sumbernya hanya satu, kerusakan para pemimpin. Rusaknya para pemimpin itu karena rusaknya para ulama. Rusaknya para ulama (karena) dua sesuatu, kedudukan kehormatan atau harta. Saya menyampaikan ini, jadi kalau negara rusak, para pimpinan agama tidak berhak untuk mencela orang lain kecuali harus mencela dirinya sendiri," ujar Fathurahman.


Jadi Cawapres Prabowo, Apa Kata Sandiaga? Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


(idn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed