DetikNews
Sabtu 18 Agustus 2018, 08:04 WIB

TGB: Lombok Kondusif, Jangan Ditambah Komentar Bernada Fitnah

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
TGB: Lombok Kondusif, Jangan Ditambah Komentar Bernada Fitnah Foto: TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (Grandyos Zafna)
FOKUS BERITA: Gempa Lombok 6,9 SR
Jakarta - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Zainul Majdi menyayangkan penyebaran video seorang prajurit TNI yang dipersepsikan seolah-olah menganggap bantuan untuk korban gempa Lombok hanya pencitraan. Pria yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu menegaskan, Lombok kini kondusif.

"Lombok sudah kondusif, penanganan menuju tahap pra-rekonstruksi dan rehabilitasi. Jangan rusak semangat dan suasana di sini, apalagi dengan tambahan komentar-komentar yang bernada fitnah, kata TGB kepada detikcom, Sabtu (18/8/2018).


TGB mengaku memantau langsung penanganan gempa Lombok. Pemerintah setempat, termasuk TNI, terus bekerja di lapangan. TGB tahu bantuan-bantuan untuk para korban bukan pencitraan semata.

"Saya tahu persis karena selain menerima laporan per enam jam, saya juga turun langsung melihat penanganan pascagempa, termasuk distribusi bantuan," sebut TGB.

Memang, TGB mengakui di awal-awal penanganan, beberapa tempat yang disebut di rekaman video itu belum sepenuhnya terdistribusi bantuan. Namun, sekali lagi dia menegaskan, wilayah-wilayah tersebut sudah terjangkau bantuan.

"Urusan gempa jangan dipakai untuk mencela saudara sebangsa. Yuk, jaga persaudaraan," imbau Alumnus Universitas Al-Azhar Kairo itu.


Video yang dipelintir lewat keterangan itu berdurasi 58 detik. Isinya mempertontonkan prajurit TNI yang tengah bicara penyaluran bantuan di Lombok. Sang prajurit menjawab sejumlah pertanyaan dari si perekam video. Prajurit tersebut memang menyatakan ada kesulitan dalam menyalurkan bantuan untuk para korban gempa Lombok sehingga belum merata.

Berbeda dari keterangan yang membumbui video tersebut, si prajurit sama sekali tidak menyebut bantuan pemerintah untuk korban Lombok merupakan pencitraan. Polri menyebut para pemilik akun media sosial penyebar hoax tersebut terindikasi memutarbalikkan fakta.

Hoax soal prajurit TNI itu disebarkan sejumlah akun media sosial. Menurut TNI, tiga akun tersebut adalah @sr23_official (Instagram), Indonesia News (Facebook), dan @DetektifUpin (Twitter). Polri siap membantu TNI mengusut pembuat hoax itu. Polri memastikan penyebar hoax akan diproses jika terbukti melawan hukum.

"Terbukti melakukan perbuatan melawan hukum kita akan proses," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal saat dihubungi detikcom, Jumat (17//8).
(gbr/gbr)
FOKUS BERITA: Gempa Lombok 6,9 SR
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed