DetikNews
Sabtu 18 Agustus 2018, 02:52 WIB

Pekik Merdeka Polisi-Tentara Kamboja di Peringatan HUT ke-73 RI

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Pekik Merdeka Polisi-Tentara Kamboja di Peringatan HUT ke-73 RI Foto: KBRI Phnom Penh gelar upacara HUT ke-37 RI (dok. KBRI Phnom Penh)
Phnom Penh - KBRI Phnom Penh, Kamboja menggelar upacara HUT ke-73 RI. 40 polisi nasional Kamboja hingga tentara 911 turut mengikuti upacara tersebut.

Upacara dihelat di halaman KBRI Phnom Penh, Jumat (17/8) pukul 09.00 pagi waktu Kamboja. Sebagian besar polisi Kamboja dan tentara 911 mengerti Bahasa Indonesia.

"Dirgahayu Indonesia. Merdeka!" pekik mereka seperti tertera dalam keterangan tertulis KBRI Phnom Penh, Sabtu (18/7/2018).
Sebagian besar dari mereka mengerti dan bisa berbahasa Indonesia karena mendapatkan pengajaran Bahasa Indonesia di markas.

"Indonesia sudah cukup banyak memberikan pelatihan pembangunan kapasitas kepada Tentara Nasional Kamboja. Hingga kini, lebih dari 5.000 prajurit Paspam PM telah dilatih oleh Paspampres RI. Indonesia juga berjasa dalam pembentukan pasukan khusus Kamboja Brigade 911 yang dilatih oleh Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Indonesia", ujar Kol Inf Sunaryo, Atase Pertahanan KBRI Phnom Penh selaku Koordinator Upacara Bendera.

Meski cuaca cukup terik, upacara bendera berjalan khidmat dan syahdu. Hentakan langkah tegap pasukan pengibar bendera mampu membangkitkan semangat nasionalisme para WNI yang hadir. Anggota paskibraka tersebut adalah mahasiswa Indonesia yang sedang studi di National Polytechnic Institute of Cambodia (NPIC), yaitu Yulen Lisapaly, Ichwanus Shafa Ramadhan, Adi Sulyadi dan Edwar Herdiansyah selaku Komandan Upacara. Sedangkan mahasiswa lainnya sebagai petugas dan bergabung dengan anak-anak Indonesia usia dini menyanyikan lagu-lagu nasional dan perjuangan.

"Saya ingin menangis saat mengibarkan Bendera Merah Putih, tapi kami tidak boleh menangis. Saya bangga dan bersyukur bisa menjadi bagian dari paskibraka ini," ujar Ramadhan yang akrab dipanggil Adhan.

"Mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya mengiringi Merah Putih berkibar di luar negeri memang sesuatu banget, saya jadi terharu...," ucap salah satu masyarakat Indonesia yang hadir.
Dubes RI untuk Kerajaan Kamboja, Sudirman Haseng yang bertindak sebagai inspektur upacara menegaskan pentingnya memupuk rasa nasionalisme antarsemua WNI yang ada di Kamboja. Hal ini guna mendorong agar masyarakat Indonesia tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta senantiasa menjaga nama baik bangsa.

Pengibaran Merah Putih kali ini bukan saja dihadiri oleh WNI. Hadir pula alumni pemegang beasiswa Indonesia dan peserta Pusat Kebudayaan Indonesia di Kamboja (Pusbudi Nusantara) yang mayoritas berwarga negara Kamboja. Hadir pula 15 orang perwakilan pengajar dan murid-murid dari Indonesia-Cambodia Friendship School yang lokasinya berada di Provinsi Prey Veng.

"KBRI memfasilitasi kedatangan wakil dari pihak sekolah persahabatan agar mereka dapat lebih mengenal Indonesia, berbaur dengan WNI dan friend of Indonesia lainnya," ujar Dubes Sudirman. Sekolah persahabatan tersebut dibangun oleh Indonesia pada 1995 dan saat ini memiliki 756 murid SD dan SMP.
(gbr/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed