"Kalau kita lihat dari seluruh influencer. Jadi kami luruskan pelatihan-pelatihan itu adalah untuk mencari jubir. Nanti jubir hanya sekitar 5-7 orang. Nah di luar itu para influencer, para jurkam yang sejak awal kami latih dengan sebaik-baiknya," kata Hasto di DPP PDIP, Jl Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (17/8/2018).
Hasto mengatakan para jubir yang dilatih itu diminta berbicara hal positif tentang bangsa. Begitu pula saat bicara terkait Pilpres 2019, para jubir dilatih tidak bicara dengan tujuan menjatuhkan lawan politik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: PKPI: Jubir Jokowi-Ma'ruf Minimal 225 Orang |
Hasto juga sempat bicara soal sosok yang akan menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf. Sebelumnya, Sekjen PPP Arsul Sani sempat menyebut sosok yang akan jadi Ketua TKN berinisial M.
Dia mengatakan Ketua TKN akan diserahkan kepada Jokowi-Ma'ruf. Hasto mengatakan soal inisial M yang disebutkan akan jadi Ketua TKN, dia kembali menyinggung soal Mahfud Md, yang tak jadi ditunjuk sebagai cawapres Jokowi. Meski begitu, dinamika politik tersebut, menurutnya, lebih bermartabat dibanding praktik politik uang.
Baca juga: Djarot Tak Masuk Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf |
"Ya apa yang terjadi dengan Pak Mahfud Md bukan insiden. Itu merupakan gambaran yang jauh lebih beradab daripada politik uang yang mewarnai penetapan paslon dari pasangan Pak Prabowo. Dengan demikian, dinamika pasti terjadi. Tetapi kami pastikan untuk penetapan Ketua TKN itu sepenuhnya kami serahkan kepada Jokowi dan Kiai Ma'ruf karena sesuai dengan ketentuan UU, TKN ditentukan oleh paslon," beber Hasto.
Tonton juga video: 'Menggodok Jubir Jokowi-Ma'ruf'
(zap/jbr)










































