DetikNews
Jumat 17 Agustus 2018, 04:09 WIB

Laporan Dari Mekah

Pohon Sukarno di Arafah Kian Rimbun, Bisa Kurangi Panas ke Jemaah

Fajar Pratama - detikNews
Pohon Sukarno di Arafah Kian Rimbun, Bisa Kurangi Panas ke Jemaah Foto: Pohon Sukarno di Arafah (Fajar/detikcom)
Arafah - Ada salah satu hal yang membedakan Arafah pada penyelenggaraan haji tahun lalu dengan tahun ini: pohon-pohon yang kian rindang. Diharapkan pohon bisa mengurangi efek panas ke jemaah haji.

Dari banyak segi, Arafah tidak berubah banyak dari tahun sebelumnya. Tenda-tenda masih menggunakan tenda semi permanen yang pertama kali dipakai pada tahun lalu.


Dari sisi jumlah jemaah juga sama. Sebanyak 221 ribu jemaah Indonesia akan berada di Arafah dan ditempatkan dan diurusi oleh 70 maktab.

Hal yang membedakan setidaknya yang bisa langsung dilihat adalah pohon-pohon yang tumbuh kian rimbun di Arafah. Menag Lukman Hakim Saifuddin, yang sejak tahun 2014 menjadi amirul hajj menyatakan dia tak menyangka pohon-pohon di Arafah tumbuh secepat itu.

"Alhamdulillah saya bersyukur pohon-pohon ini pada tahun ini sungguh cepat tumbuh. Terus tumbuh dan ini semoga membuat kesejukan tersendiri bagi jemaah," ujar Lukman saat meninjau kesiapan di Arafah, Kamis (16/8/2018).


Pohon-pohon sejenis pohon mindi memang tampak cukup rimbun. Dia ditanam dalam jarak yang teratur di setiap kavling-kavling yang ada di padang Arafah.

Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat Mekah, pohon-pohon yang berada di Arafah itu dinamai syajarah Sukarno atau pohon Sukarno. Hal itu merujuk pada pemberian pohon yang dilakukan Presiden pertama Indonesia Sukarno pada Kerajaan Arab Saudi pada tahun 1950-an.

"Masyarakat di sini menyebutnya dengan pohon Sukarno," tutur Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali di tempat yang sama.
(fjp/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed