DetikNews
Kamis 16 Agustus 2018, 20:35 WIB

Ketum PPP: Rupiah Baik-Baik Saja

Moch Prima Fauzi - detikNews
Ketum PPP: Rupiah Baik-Baik Saja Foto: Dok PPP
Jakarta - Nilai tukar rupiah yang saat ini berkisar Rp 14.600 per Dolar AS menurut Rommy bukan yang perlu dikhawatirkan. Penurunan nilai tukar mata uang atas Dolar AS yang terjadi saai ini merupakan fenomena regional.

"Penurunan nilai tukar rupiah ini merupakan fenomena regional yang tidak perlu kita khawatirkan, namun tetap tidak boleh membuat kita lengah," kata Rommy.


Apalagi menurut Rommy, cadangan devisa Indonesia cukup dan disokong oleh fudamental ekonomi kita baik. Inflasi juga terkendali, dan pertumbuhan ekonomi masih di atas 5 persen.

"Sejumlah analis memang sudah memproyeksikan bahwa rupiah akan bertengger pada angka sekarang ini yang sekitar 14.600 sampai akhir tahun," tambah Rommy.

Meski nilai tukar rupiah itu meleset dari asumsi APBN 2018, sesungguhnya setiap penurunan Rp100 rupiah terhadap Dollar itu memberikan netto fiskal terhadap APBN sekitar Rp 300 miliar.


Rommy bandingnya dengan nilai tukar mata uang Turki, Lira, yang mengalami penurunan drastis. Sampai pekan lalu, nilai tukar Lira dibanding 1 Januari 2018 mengalami penurunan hingga 87 persen. Kalau kemudian ada kebijakan Turki berupa boikot produk Amerika Serikat dan menaikkan nilai tukar Lira, namun kurs saat ini masih 40% lebih rendah dibandingkan kurs awal tahun.

"Jadi sesungguhnya rupiah kita masih baik-baik saja, meskipun terjadi penurunan tetapi itu akan meningkatkan daya saing relatif ekspor kita," jelas Rommy.

Penurunan nilai tukar ini biasa digunakan untuk meningkatkan penetrasi ekspor ke kepada pasar-pasar tradisional.
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed