PBNU: Ahmadiyah di Luar Islam

PBNU: Ahmadiyah di Luar Islam

- detikNews
Jumat, 05 Agu 2005 22:37 WIB
Jakarta - Polemik fatwa MUI yang salah satunya menyatakan Ahmadiyah sebagai aliran sesat terus berkembang. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan, Ahmadiyah bukanlah termasuk dalam agama Islam."Ulama NU menyatakan Ahmadiyah di luar Islam karena mengakui ada nabi setelah Nabi Muhammad. Buktinya bisa dilihat di buku-buku mereka," kata Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi, dalam jumpa pers di gedung PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (5/8/2005).Menurut Hasyim, tidak hanya ulama NU saja yang berpendapat seperti itu. Hampir semua ulama di Indonesia, kata dia, pasti akan menyatakan Ahmadiyah bukanlah termasuk agama Islam.Meski demikian, Hasyim menyatakan ketidaksetujuannya atas tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap anggota Jemaah Ahmadiyah. Ia meminta masalah ini disikapi dalam konteks sosial dan sama saja seperti menyikapi adanya agama lain."Meletakkan Islam pada posisi killing field, hanya akan menguntungkan kelompok Islam phobia. Dan terbukti hanya akan mencoreng nama umat Islam," tukas Hasyim.MUI Harus Jelaskan FatwanyaMenanggapi banyaknya pro dan kontra di masyarakat, Hasyim meminta MUI menjelaskan lebih lanjut mengenai fatwa yang dikeluarkannya. Hal ini untuk mencegah kesalahpahaman yang bisa berujung pada pertikaian."Masih banyak yang harus dijelaskan MUI, kita harus memproporsikan fatwa ini bagaimana dan dalam konteks bagaimana. Fatwa tersebut harus juga melihat kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk, dalam hal pemikiran agama, budaya dan adat," katanya.PBNU juga mengimbau pemeluk agama non Islam untuk tidak gusar dengan fatwa MUI, karena fatwa tersebut hanya berlaku bagi umat Islam. Tapi umat Islam juga harus menyadari, fatwa tersebut bukanlah hukum negara yang berlaku umum."Fatwa tersebut tidak dengan sendirinya menjadi hukum positif negara, karena negara kita bukanlah negara Islam," tegas Hasyim.Sementara itu, untuk menghindari berlanjutnya aksi-aksi kekerasan atas keluarnya fatwa MUI, PBNU rencananya akan mengadakan pertemuan dengan ketua kelompok yang cenderung melakukan aksi-aksi kekerasan."Kita siap turunkan Banser jika diminta pemerintah. Kalau tidak nanti juga malah ikut terpancing," tukasnya. (fab/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads